Rekomendasi Pakar Korosi untuk AHM Soal Rangka eSAF
·waktu baca 2 menit

Teknologi rangka eSAF atau enhanced Smart Architecture Frame sedang ramai dibicarakan. Sebab, rancang bangun terbaru dari Honda itu diterpa berbagai masalah seperti karat, keropos, sampai patah. Hingga kini, tak sedikit menilai belum ada solusi yang memuaskan dari PT Astra Honda Motor (AHM).
Ahli Peneliti Utama Kepala Kelompok Riset Korosi dan Teknologi Mitigasi, Pusat Riset Metalurgi, BRIN, Gadang Priyotomo, memberikan sejumlah rekomendasi terkait langkah yang harus dilakukan oleh AHM.
“Saya memberikan rekomendasi untuk pihak AHM untuk melakukan evaluasi kembali untuk desain rangka eSAF yang tidak berisiko korosi/karat saat pemakaian khususnya dibagian rawan korosi antara lain bagian celah-celah sambungan press pelat, bagian pinggir yang tajam (sharp edge), dan lain lain,” buka Gadang dihubungi kumparan baru-baru ini.
Gadang menambahkan, fenomena terjadinya korosi pada suatu bentuk konstruksi seperti rangka akan mudah atau terjadi di bagian pelat besi yang disatukan menggunakan teknis las.
“Bagian lasan merupakan bagian yang rawan terjadinya korosi akibat dua daerah yang berbeda, bagian logam dasar dan bagian heat affected zone (HAZ) atau yang disebut galvanic corrosion (korosi galvanis),” jelasnya.
Guna meminimalisasi dari pembentukan karat, dirinya memberi kiat kepada pabrikan untuk memberi perlindungan pelapisan (coating) pada bagian atau daerah lasan tersebut sesuai standar.
“Kemudian saya menyarankan pihak AHM untuk mengetes kembali full frame dengan uji –uji standar korosi misalnya uji kabut garam, uji kelembaban, dan lain lain selanjutnya dievaluasi kembali,” pungkas Gadang.
***
