Retail Tumbuh Positif, Astra Honda Motor Pertahankan Target Penjualan

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana stan Astra Honda Motors (AHM) di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana stan Astra Honda Motors (AHM) di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Meningkatnya nilai suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,75 persen diprediksi dapat menjadi faktor baru tantangan pasar otomotif domestik. Namun, PT Astra Honda Motor (AHM) menilai dampaknya belum langsung terasa terhadap penjualan.

Direktur Pemasaran PT AHM, Octavianus Dwi Putro menjelaskan serapan pasar ke konsumen (retail) diklaim masih mencatatkan tren yang positif. Meski pergerakan distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sempat terkoreksi.

"Kalau untuk market sepeda motor, sampai dengan bulan lalu itu masih ada growth dibanding tahun sebelumnya. Apalagi data retail sales, kalau dari AISI itu wholesales distribusi masih tumbuh, tetapi retail itu justru lebih tinggi lagi," ujarnya di Cikarang (24/6/2026).

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) yang dibeberkannya, pertumbuhan angka distribusi nasional berada di kisaran 1,3 persen hingga 1,5 persen. Sedangkan Honda, ia mengeklaim tumbuh hingga dua digit.

Deretan motor Honda di IMOS 2024. Foto: Sena Pratama/kumparan

"Kalau untuk Honda ini retail real-nya itu growth-nya mungkin 10-11 persen. Kami belum merevisi target, karena kita masih wait and see situasi di lapangan, kami di Honda (penjualan retail Mei) lewat dari 400 ribu (unit)," terang pria yang karib disapa Octa ini.

Kendati begitu, Octa menuturkan pihaknya tetap memantau perkembangan dan situasi pasar domestik hingga isu geopolitik global yang tengah berkembang akhir-akhir ini. Termasuk disinggung menyoal potensi meningkatnya harga jual produk.

"Sehingga kalau pun (kalau ada) kenaikan (harga) itu kita berhitung supaya tetap memberi ruang gerak bagi konsumen. Supaya juga tidak terlalu memberatkan," paparnya.

Pengunjung melihat koleksi kendaraan pada gelaran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Rabu (30/10/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Karena apa pun tadi betul material cost mesti di-consider, logistic cost juga harus di-consider. Termasuk beberapa hal lain yang kita harus lihat dan cermati. Nanti dilihat, kita akan sesuaikan, lihat case by case, model by model," tandas Octa.

Sementara itu, data wholesales Mei 2026 roda dua yang disumbang dari Honda, Yamaha, Suzuki, TVS, dan Kawasaki mengalami perlambatan. Capaiannya 479.388 unit, lebih rendah 7,98 persen dibanding bulan sebelumnya yang sanggup menyentuh 520.972 unit.

Akumulasinya sepanjang lima bulan pertama tahun berjalan, total pasar domestik kini telah mengantongi penjualan sebanyak 2.614.451 unit. Alias tumbuh 29,76 persen dibanding periode Januari-Mei 2025 yang catatkan 2.014.857 unit.

Data penjualan motor Januari-Mei 2026 (2.614.451 unit)

  • Januari: 577.763 unit

  • Februari: 587.354 unit

  • Maret: 448.974 unit

  • April: 520.972 unit

  • Mei: 479.388 unit.

Daftar penjualan motor Januari-Mei 2025 (2.014.857 unit)

  • Januari: 560.301 unit

  • Februari: 581.277 unit

  • Maret: 541.684 unit

  • April: 406.691 unit

  • Mei: 505.326.