Rincian Tarif Tol Jakarta ke Semarang, Tak Lebih dari Rp 400 Ribu

Masyarakat yang hendak memanfaatkan libur panjang akhir bulan ini dengan berpergian melintas tol Trans Jawa, selalu ingat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.
Selain itu, jangan lupa juga pastikan saldo e-toll sudah terisi, supaya bisa melakukan perjalanan jauh, dari Jakarta menuju Semarang misalnya.
Maka siapkan dana pada uang elektronik sekitar Rp 355 ribu, seperti mengutip tarif laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol.
Rinciannya sebagai berikut, misalnya Anda memulai perjalanan masuk dari tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) gerbang Pondok Indah. Maka ruas dan tarif tol Jakarta ke Semarang yang harus dibayar adalah:
Tol JORR Rp 15.000
Tol Jakarta-Cikampek Rp 15.000
Tol Cikopo-Palimanan Rp 107.500
Tol Palimanan-Kanci Rp 12.000
Tol Kanci-Pejagan Rp 29.000
Tol Pejagan-Pemalang Rp 57.500
Tol Pemalang-Batang Rp 39.000
Tol Batang-Semarang Rp 75.000
Tol Semarang ABC Rp 5.000
Tarif juga berlaku untuk rute sebaliknya. Artinya keseluruhan tarif tol pergi pulang yang perlu disiapkan sebesar Rp 710 ribu.
Mau lanjut ke Solo? Bisa tinggal siapkan tambahan saldo lagi sebesar Rp 65.000 untuk membayar ruas tol Semarang-Solo sekali melintas.
Ada baiknya lebihkan dana saat pengisian saldo atau top up. Sebab beberapa lokasi parkir menyediakan layanan pembayaran cashless, salah satunya pakai e-toll biar lebih efisien.
Rest area di tol kapasitasnya dibatasi 50 persen
Perlu diingat, beberapa rest area yang ada akan diberlakukan sistem buka tutup secara situasional. Apabila jumlah pengunjung sudah mencapai 50 persen, rest area ditutup sementara waktu.
Kebijakan ini diterapkan guna mengurai kepadatan, sekaligus langkah penerapan protokol kesehatan untuk mencegah kerumunan, yang berpotensi menjadi cluster baru penyebaran COVID-19.
Ini berarti sebelum masuk tol dan sebagai langkah antisipasi menemukan rest area selalu penuh, maka selain top up e-toll di atas total tarif tol, pastikan juga tangki BBM sudah terisi full. Kemudian bawa bekal dari rumah, mengantisipasi restoran tutup atau ramai.
Namun begitu karena masih dilanda kondisi pandemi COVID, rekomendasi terbaik menikmati libur panjang adalah #dirumahaja. Sebab corona bisa menular di mana saja, terutama di ruang publik.
