Riset: Mobil Warna Hitam Punya Risiko Kecelakaan Paling Tinggi

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chevrolet Impala tahun 1975 berwarna hitam, mobil kepresidenan mendiang presiden Mesir Anwar El Sadat, terlihat di toko Sayed Sima di Giza, Abu Rawash, Mesir. Foto: Amr Abdallah Dalsh/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Chevrolet Impala tahun 1975 berwarna hitam, mobil kepresidenan mendiang presiden Mesir Anwar El Sadat, terlihat di toko Sayed Sima di Giza, Abu Rawash, Mesir. Foto: Amr Abdallah Dalsh/REUTERS

Warna menjadi salah satu faktor penentu sebelum membeli mobil. Selain karena estetikanya, faktor pemeliharaan, kemudian personalisasi sesuai preferensi juga jadi salah satu alasan pemilihannya.

Namun, studi yang dilakukan oleh Stuart Newstead dan Angelo D’Elia, dalam jurnal berjudul Does Vehicle Colour Influence Crash Risk menunjukkan, ada beberapa warna mobil yang memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan di jalan raya.

Riset yang dilakukannya berdasarkan waktu yang terbagi menjadi siang hari, fajar atau senja, dan juga malam hari. Hasilnya mobil berkelir hitam rupanya memiliki risiko kecelakaan paling tinggi.

Ford Escape tahun 2002. Foto: dok. OLX

Dalam kondisi siang hari, mobil berwarna hitam memiliki risiko kecelakaan 12 persen lebih tinggi. Sementara, saat matahari mulai terbit juga terbenam, risikonya meningkat hingga 47 persen.

Adapun mobil warna abu-abu (grey) berada di posisi kedua, dengan risiko mengalami kecelakaan 11 persen lebih tinggi di siang hari. Bila dalam kondisi subuh atau menjelang malam, mobil dengan warna ini bisa mengalami laka 25 persen lebih tinggi.

Ford Everest. Foto: dok. Wikimedia

Ketiga, ada warna silver. Pada siang hari, risiko mengalami kecelakaan mencapai 10 persen. Sementara, di kondisi pencahayaan mulai minim risikonya lebih tinggi menjadi 15 persen.

Selanjutnya, ditempati oleh warna biru, merah dan hijau, dengan risiko kecelakaan di siang hari 7 persen lebih tinggi. Alasan terbesar beberapa warna punya risiko kecelakaan tinggi karena visibilitas pengendara lain terhadap warna tersebut. Sebab akan berbaur dengan kondisi lingkungan sekitar.

Chevrolet Camaro yang hilang 17 tahun. Foto: dok. Carscoops

Misalnya hitam atau abu-abu yang cenderung gelap bisa berbaur dengan permukaan jalan. Terlebih saat pencahayaan lingkungan mulai minim, kedua warna tadi akan sulit dilihat.

Namun di sisi lain, mengutip Citywide Law Group, putih menjadi warna yang paling aman. Mobil dengan warna ini memiliki risiko 12 persen lebih rendah untuk mengalami kecelakaan dibanding warna hitam maupun abu-abu.

Sebab, warna ini punya kekontrasan yang tinggi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga lebih mudah untuk dilihat. Kuning juga menjadi warna yang aman karena memiliki kecerahan tinggi.

Kimi Raikkonen bersama truk Chevrolet C10 Foto: Instagram/@kimimatiasraikkonen

Oranye dan emas juga mudah untuk dilihat oleh pengemudi lain di jalanan. Sehingga, risiko kecelakaannya rendah. Namun, perlu diingat, ada faktor lain yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Mulai dari pengemudi yang tidak fokus memperhatikan jalan, terpengaruh obat atau minuman beralkohol, kondisi jalanan, kondisi cuaca, hingga mengemudi dengan cara agresif.

Proses evakuasi korban kecelakaan beruntun di Fort Worth, Texas, Amerika Serikat. Foto: NBC5 via REUTERS

Dalam laporan Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA), 45 persen kecelakaan dengan fatalitas tinggi disebabkan kelalaian pengemudi karena melebihi batas kecepatan, dipengaruhi alkohol, hingga tak mengenakan sabuk keselamatan.

Maka dari itu, penting untuk memperhatikan kondisi tubuh, mematuhi rambu lalu lintas, hingga memastikan kondisi kendaraan, agar terhindar dari hal buruk yang bisa terjadi di jalan.

video youtube embed