Ritual Kurangi Angin Ban Mobil Saat Hujan, Masih Relevan?

24 Oktober 2022 9:01
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi mengisi tekanan angin pada ban. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengisi tekanan angin pada ban. Foto: dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Ban mobil tidak hanya sekadar komponen yang menghubungkan kendaraan dengan permukaan jalan, tetapi juga disiapkan untuk melewati berbagai situasi dan kondisi lintasan.
ADVERTISEMENT
Salah satunya ketika harus berkendara di tengah situasi hujan, yang mana permukaan jalan dapat menjadi licin akibat air yang tergenang. Makanya, beberapa pabrikan sebenarnya sudah merancang agar ban mampu melibas jalan basah dengan tetap aman.
Kendati begitu, tidak jarang kita mendengar atau kebiasaan seseorang yang sengaja mengurangi angin di dalam ban sebelum melewati jalan yang basah. Cara itu dipercaya membuat daya cengkram ban ke permukaan jalan semakin kuat. Lantas, perlukah hal tersebut?
“Kenapa harus mengurangi angin? Musim hujan, lebih nyaman mana naik sepeda ontel dibandingkan dengan motor yang bannya lebih besar saat masuk genangan air? Pasti yang sepeda yang bannya kecil,” kata Customer Engineering Support Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi ditemui kumparan di Senayan, Jakarta.
Mobil melintas di tengah hujan lebat California Foto: Ringo Chiu/reuters
zoom-in-whitePerbesar
Mobil melintas di tengah hujan lebat California Foto: Ringo Chiu/reuters
Disebutnya, melalui perumpamaan tersebut, ban yang memiliki tapak lebih kecil lebih mudah membelah genangan air. Sama seperti ban mobil, ia melanjutkan, kondisi permukaan ban yang menapak semua di jalan jauh lebih aman ketika sedang hujan.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Kalau ban kondisi normal bentuk permukaannya menapak semua di permukaan jalan, kalau kempis jadi ada ruang di tengahnya malah jadi menampung banyak air nantinya. Alur ban juga memang sudah khusus dirancang untuk membuang air,” imbuh Rozi.
Makanya, Rozi mengatakan, pemilik mobil sebaiknya mengikuti petunjuk yang sudah dianjurkan oleh masing-masing pabrikan. Biasanya informasi tekanan ban untuk kondisi tertentu sudah tertera pada label di balik pintu depan atau pada buku petunjuk.
“Karena kalau tidak sesuai dengan anjuran pabrikan pun nanti fitur-fitur yang ada pada ban juga tidak bekerja secara maksimal, selain itu ban juga jadi cepat rusak karena karetnya akan lebih sering flexing bisa pecah dindingnya,” pungkasnya.
“Jadi itu mitos dan keliru, kecuali kalau mau main off road. Kurangi angin boleh kan untuk memperbanyak tapak yang menyentuh permukaan jalannya, biar cengkraman lebih baik,” tutur Rozi.
ADVERTISEMENT
***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020