Rusi Rapid 150, Kloningan Yamaha Aerox yang Dijual Rp 19 Jutaan

1 Januari 2021 10:32
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Rusi Rapid 150, Kloningan Yamaha Aerox yang Dijual Rp 19 Jutaan (69379)
zoom-in-whitePerbesar
Rusi Rapid 150 kloningan Yamaha Aerox. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Pasar otomotif roda dua kembali dihebohkan oleh motor kloningan. Jika kemarin ada jiplakan dari Kawasaki Ninja ZX-10R, Ducati Scrambler Icon, dan Honda CRF250, kali ini giliran Yamaha Aerox yang diplagiat.
ADVERTISEMENT
Namanya adalah Rusi Rapid 150, produsen yang membuat motor ini bermarkas di negara Filipina. Secara tampilan, dari depan, samping, hingga belakang bisa dibilang identik dengan skutik maxi Yamaha Aerox generasi pertama.
Rusi Rapid 150, Kloningan Yamaha Aerox yang Dijual Rp 19 Jutaan (69380)
zoom-in-whitePerbesar
Rusi Rapid 150 kloningan Yamaha Aerox. Foto: Istimewa
Bagian headlamp misalnya, desainnya terbilang mirip di mana terpisah menjadi 2 bagian. Naik ke atas, batok body juga dibuat semirip mungkin, dan side panel bodinya pun terlihat sama.
Dari samping, bodi serba tajam milik Aerox turut disematkan pada Rusi Rapid 150. Bahkan, untuk desain lampu belakang dan model spakbor juga tak berbeda.
Rusi Rapid 150, Kloningan Yamaha Aerox yang Dijual Rp 19 Jutaan (69381)
zoom-in-whitePerbesar
Rusi Rapid 150 kloningan Yamaha Aerox. Foto: Istimewa
Namun, jika ditelisik lebih detail jelas ada perbedaannya. Yang paling kentara adalah desain velg dan tarikan garis di bagian sayap yang cenderung lebih kaku.
Diferensiasi selanjutnya adalah penyematan fitur. Di Rusi Rapid 150 sudah dibekali dengan lampu DRL sebagai pemanis sedangkan di Aerox 155 model lawas masih menggunakan lampu konvensional.
Rusi Rapid 150, Kloningan Yamaha Aerox yang Dijual Rp 19 Jutaan (69382)
zoom-in-whitePerbesar
Rusi Rapid 150 kloningan Yamaha Aerox. Foto: Istimewa
Tak cuma itu, pada bagian panel instrumen motor ini juga masih mengandalkan cluster meter analog alias bermodel jarum. Seperti diketahui generasi pertama Aerox sudah mengusung tampilan full digital.
Rusi Rapid 150, Kloningan Yamaha Aerox yang Dijual Rp 19 Jutaan (69383)
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan belakang Rusi Rapid 150. Foto: Istimewa
Meski begitu, pada motor jiplakan ini sudah mengadopsi lampu penanda sein LED baik pada bagian depan dan juga belakangnya. Sementara di Yamaha Aerox masih menggunakan bohlam biasa. Oh iya, untuk kenyamanan berkendara sudah tersedia dermaga pengecasan baterai gawai berupa power soket di deck sebelah kiri.
ADVERTISEMENT

Wujud sama mesin beda

Rusi Rapid 150, Kloningan Yamaha Aerox yang Dijual Rp 19 Jutaan (69384)
zoom-in-whitePerbesar
Rusi Rapid 150 kloningan Yamaha Aerox. Foto: Istimewa
Penasaran dengan jantung mekanisnya? Meski dari perawakan terbilang kembar nyatanya jantung mekanis Rusi Rapid 150 berbeda jauh dengan Aerox asli.
Dari informasi brosur di forum Rusi Motorcycle, motor ini menggendong mesin 149 cc 1-silinder, pendingin cairan, dan pengabut karburator yang hanya mampu memuntahkan tenaga maksimal 10,4 dk pada 7.500 rpm dan torsi puncak 10,5 Nm di 5.500 rpm.
Rusi Rapid 150, Kloningan Yamaha Aerox yang Dijual Rp 19 Jutaan (69385)
zoom-in-whitePerbesar
Yamaha Aerox Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Coba kita bandingkan dengan Aerox generasi pertama. Yamaha Aerox menggendong mesin SOHC 155 cc, pendingin cairan, pengabut injeksi, dengan konfigurasi 4 katup.
Mesin itu mampu hempaskan tenaga maksimal 14,7 dk pada 8.000 rpm dan torsi puncak 13,8 Nm di 6.250 rpm. Mesin ini juga sudah menggunakan teknologi VVA (Variable Valve Actuation).
ADVERTISEMENT
Lalu berapa harga Rusi Rapid 150? Kabarnya motor ini dijual dengan harga 65.000 Peso atau setara Rp 19 jutaan. Jika motor ini dijual di Indonesia, kira-kira kamu tertarik tidak untuk membelinya?
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020