Sah, Diskon PPN Mobil Listrik Diperpanjang

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wuling Air ev di GIIAS 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wuling Air ev di GIIAS 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Beli mobil listrik baru tahun 2024 ini, kembali bisa menikmati potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen. Hanya saja harus memenuhi beberapa ketentuan yang ditetapkan.

Aturannya mengacu Peraturan Menteri Keuangan atau PMK Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pajak Pertambahan Nilai atau PPN mobil listrik yang ditanggung pemerintah atau PPN DTP tahun anggaran 2024.

"PPN yang terutang atas penyerahan KBL berbasis baterai roda empat tertentu dan atau KBL berbasis baterai bus kepada pembeli ditanggung pemerintah untuk tahun anggaran 2024," demikian mengutip Pasal 2.

Media drive Hyundai IONIQ 6 dan Hyundai IONIQ 5 Jakarta-Bali, 2-6 Oktober 2023. Foto: dok. HMID

Lebih lanjut pada Pasal 3 disebutkan kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) masih menjadi syarat utama penerima PPN DTP. Untuk mobil listrik TKDN minimal 40 persen dan bus listrik paling rendah 40 persen, serta 20-40 persen.

Insentif PPN DTP mobil listrik yang telah diproduksi dalam negeri ini merupakan lanjutan dari program yang sama tahun lalu. PPN yang sebelumnya dibebankan 11 persen, dengan adanya insentif ini hanya menjadi 1 persen.

Pengecasan mobil listrik Wuling Air ev di SPKLU Puspiptek, Serpong. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Ada dua produk yang sejauh ini bisa menikmati potongan PPN 10 persen, yakni Wuling Air EV dan Hyundai IONIQ 5. Besar kemungkinan ada tambahan model lain yakni Chery Omoda E5 yang sudah memenuhi TKDN 40 persen, namun masih menunggu ketetapan atau aturan turunan dari Kementerian Perindustrian.

Pemberian insentif ini merupakan salah satu upaya mengakselerasi pengembangan dan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Selain mobil listrik, pemerintah juga menggelontorkan potongan Rp 7 juta dari harga jual untuk motor listrik.

Penjualan mobil listrik meningkat dari tahun ke tahun

Sepanjang tahun 2023, penjualan mobil listrik secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) mencapai 17.051 unit dengan kontribusi sebesar 1,7 persen terhadap total penjualan nasional.

Angka ini terus bertumbuh selama beberapa tahun terakhir, di mana pada 2022 penjualan mobil listrik 10.327 unit dengan market share 1 persen, dan tahun sebelumnya hanya mencetak penjualan 687 unit, dengan pangsa pasar 0,1 persen.