Sah, Mobil Hybrid Tak Bakal Dapat Insentif

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri Breakfast Meeting bersama Chairperson Of Tsinghua University People's Republic of China Prof.Qiu Yong. Foto: Kemenko perekonomian
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri Breakfast Meeting bersama Chairperson Of Tsinghua University People's Republic of China Prof.Qiu Yong. Foto: Kemenko perekonomian

Harapan mobil hybrid mendapat insentif tahun ini pupus sudah. Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah tak akan menambah kebijakan baru di sektor otomotif tahun ini.

Pasar otomotif nasional tengah mengalami perlambatan sebesar 11 persen selama semester satu tahun ini dibanding periode yang sama tahun 2023 lalu. Namun, kondisinya mulai pulih pada Juli 2024, terlebih setelah pameran GIIAS 2024 kemarin.

"Maka untuk otomotif, kebijakannya sudah dikeluarkan. Tidak ada perubahan kebijakan dan tambahan lain," kata Airlangga saat konferensi Pertumbuhan Ekonomi Q2 2024, awal pekan ini.

Dirinya menambahkan, penjualan mobil hybrid saat ini terbilang cemerlang dengan skema yang sudah berjalan hingga kini. Dua kali lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan listrik murni berbasis baterai atau BEV.

Deretan mobil hybrid Toyota Indonesia. Foto: dok. Istimewa

"Tentu kita dorong bahwa (battery) electric vehicle (BEV) ini yang harus didorong supaya lebih cepat lagi. Tapi dari pameran otomotif kemarin, hasilnya relatif bagus untuk kita mendorong penjualan," jelas Airlangga.

Artinya, momen mobil hybrid akan mendapat insentif seperti mobil listrik akhirnya tidak terwujud, setidaknya untuk tahun ini. Padahal, beberapa pabrikan sudah menyatakan penantiannya terkait stimulus dari pemerintah tersebut.

"Sempat kemarin mereka menunggu apakah ada kebijakan baru atau tidak, jadi tentu ada yang menunggu. Namun pemerintah terus dengan kebijakan-kebijakan yang ada saja," papar Airlangga.

Data yang dihimpun dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produk elektrifikasi yang meliputi hibrida seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sudah terjual 25.850 unit selama Januari-Juni 2024.

Distribusi dari pabrik ke diler atau wholesales itu menyumbang pangsa pasar sebesar 6,3 persen dari total market enam bulan pertama tahun 2024 yang jumlahnya 408.012 unit. Sementara, mobil listrik atau BEV baru 11.938 unit alias berkontribusi 2,9 persen.

Mobil hybrid juga menguasai market share sebesar 68 persen secara nasional dengan penjualan 37.731 unit. Memang, secara pertumbuhan tidak begitu melesat seperti mobil BEV yang bisa mencapai lebih dari 100 persen dari Januari-Juni 2024 yang totalnya 11.940 unit.

***