Salah Kaprah Pakai Kampas Rem Racing untuk Motor Harian, Bikin Bahaya?

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kaliper rem brembo sudah dibekali untuk sistem pengerema. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kaliper rem brembo sudah dibekali untuk sistem pengerema. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Mengganti part bawaan pabrik kerap dilakukan pemilik sepeda motor. Selain buat gaya atau mempermanis tampilan, ada juga yang berharap ada peningkatan performa kendaraan.

Nah salah satu yang kerap dilakukan adalah mengganti kampas rem cakram orisinal, dengan produk aftermarket tipe racing.

Merespons hal tersebut, Senior Technical Advisor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Slamet Kasianom, mengatakan penggunaan kampas rem racing pada motor standar untuk harian, justru membuat performa pengeremannya menurun bahkan tidak pakem.

"Kampas rem itu harus matching (spesifikasi) sama cakramnya sudah pasti. Kampas rem racing didesain khusus untuk bekerja pada suhu tinggi, ketika suhu itu belum tercapai maka pengereman tidak maksimal," kata Slamet saat dihubungi kumparan, Kamis (11/6).

Test ride Yamaha R25 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Slamet mengungkapkan, jarak pengereman pada motor standar yang menggunakan kampas racing, jadi lebih panjang. Dikhawatirkan bisa berbahaya untuk keselamatan.

"Selain itu juga, jika kampas-nya racing dan cakram-nya standar pasti ada salah satu bagian cakram yang termakan, tambah dia.

Kaliper rem Cleveland Cyclewerks ACE 400. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Pada motor dengan performa tinggi atau balap secara spesifikasi punya tenaga yang besar. Nah untuk pengereman ketika motor dipacu juga ekstrem, ini akan membuat suhu di kampas cepat naik dan bekerja maksimal karena suhunya berada di titik yang tepat.

Maka dari itu, Slamet menyarankan untuk motor harian sebaiknya menggunakan kampas rem bawaan pabrik. Selain lebih murah, fungsi pengereman juga tak akan terganggu.

"Jika motornya standar dan cara pakainya normal ya seharusnya menggunakan spare part standar saja," paparnya.

Jangan tunggu habis baru ganti

Ilustrasi kampas rem yang sudah tidak layak Foto: dok. Muhamad Ikbal/kumparan

Menyoal umur pemakaian kampas rem, Slamet mengatakan bisa dipakai hingga 9-12 ribu kilometer. Namun, jika ketebalan kampas rem sudah menipis jangan kompromi dan segera lakukan penggantian.

"Di kita ada standar ketebalan minimum sekian milimeter sebelum habis harus diganti. Bisa kok rekomendasi penggantian pada indikator di kampas rem," ungkapnya.

Lubang pada piringan cakram rem sepeda motor. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Kampas rem yang habis dan dipaksakan berjalan akan membuat kerusakan pada cakram. Jika sudah baret dan habisnya tak rata bisa mengurangi performa pengereman bahkan timbulnya suara aneh.

"Perawatan sering-sering bersihkan saja sela-sela kampas rem di kaliper. Debu atau kotoran juga bisa bikin baret cakram," jelasnya.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Simak video menarik di bawah ini.

collection embed figure