kumparan
20 Apr 2018 12:19 WIB

Sedan Plug-in Hybrid Mercedes-Benz Melantai di Kemayoran

Mercedes-Benz E 350 e Plug-ijn Hybrid (Foto: dok. MBDI)
PT Mercedes Benz Distribution Indonesia (MBDI) selaku distributor resmi Mercedes-Benz di Indonesia memperkenalkan merek EQ—merek mobil listrik Mercedes-Benz di acara tahunan industri otomotif, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018.
ADVERTISEMENT
Deputy Director Sales Operation and Product Management PT MBDI, Kariyanto Hardjosoemarto mengtakan bila EQ brand ini akan memayungi mobil-mobil ramah lingkungan milik Mercedes-Benz, seperti kendaraan full elecrtic maupun plug-in hybrid.
“Jadi nantinya semua yang berhubungan dengan kendaraan listrik akan menggunakan nama EQ,” paparnya saat acara peluncuran merek EQ di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Nama EQ sendiri memiliki arti “Electric Intelligence” yang berasal dari nilai-nilai yang dianut Mercedes-Benz, yaitu “Emotion and Intelligence”, merek baru ini mencakup semua aspek mobilitas elektrik yang fokus kepada pelanggan dan kendaraan itu sendiri. Dalam memperkenalkan merek EQ, MBDI memboyong satu unit sedan model E 350 e Plug-in Hybrid. Melalui model ini, MBDI menjanjikan sebuah mobil premium yang mengombinasikan antara efisiensi dan kenyamanan berkendara.
Mercedes-Benz E 350 e Plug-ijn Hybrid (Foto: dok. MBDI)
Mercedes-Benz E 350 e Plug-in Hybrid disokong dengan menggunakan transmisi plug-in hybrid 9G-TRONIC dan satu motor listrik dengan kapasitas baterai sebesar 6.4 kWh. Dari dua sumber tenaga yang terbenam, Mercy menjanjikan E 350 e-nya dapat memuntahkan tenaga maksimum sebesar 286 daya kuda (dk) dan torsi 550 Nm. Mereka juga menjanjikan bila sedan ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 6,2 detik.
ADVERTISEMENT
Sebagai tambahan, Public Relations Department Manager MBDI, Dennis Kadaruskan mengungkapkan bila saat ini mereka belum bisa meniagakan E 350 e untuk pasar Indonesia, mereka masih menanti kebijakan mobil listrik dari pemerintah yang belum juga rampung.
"Dari Mercy sendiri, kami bari memperkenalkan brand EQ ini, karena ini plug in hybrid kami tunggu regulasi dari pemerintah seperti apa. Jadi kalau nanti regulasi sudah keluar kami tinggal sesuaikan dengan yang akan kami jual," papar Dennis.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan