Sejarah Panjang Perjalanan Toyota di Indonesia hingga Tembus Ekspor 3 Juta Unit
·waktu baca 3 menit

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatatkan sejarah dengan capaian ekspor 3 juta unit dari pabrik Toyota di Karawang, Jawa Barat pada Kamis, (9/10/2025).
Bahkan, di hari penting bagi Toyota, CEO Toyota Motor Corpotation (TMC) Koji Sato datang langsung dari negara asalnya Jepang untuk melakukan seremoni pelepasan ekspor 3 juta unit mobil Toyota.
“Mewakili Toyota Group kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas bantuannya. Dan seluruh partner kami selama lebih dari 50 tahun,” buka Sato dalam sambutannya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/10/2025).
Toyota memulai bisnisnya di Tanah Air sejak 1970 dengan memperkenalkan diri ke kancah Internasional. Perjalanan panjang pabrikan jenama Jepang ini tidak sekadar memasarkan beragam model andalannya, tapi juga memproduksi mobil untuk diekspor ke pasar global.
Sebagai catatan, ekspor kendaraan pabrikan dari Indonesia sudah dimulai sejak 1987 lewat produk Kijang Generasi 3 ke Brunei Darussalam. Toyota Kijang juga menjadi model pertama dengan peningkatan volume ekspor masif pada 2004.
Mulai dari 100 unit per tahun, Toyota sukses mencatatkan hingga 3.000 unit per tahun usai bergabung di proyek Global IMV (Innovative International Multipurpose Vehicle) lewat di penambahan model-model ekspor baru seperti Avanza dan Fortuner, serta negara tujuan ekspor baru di kawasan Asia dan Timur Tengah.
Selanjutnya, ekspor Toyota dari Indonesia terus melonjak hingga 7.000 unit per tahun. Bahkan, volume ekspor tahunan melonjak menjadi 100 ribu unit pada 2012.
Meningkatnya angka ekspor tersebut juga dibarengi dengan penambahan model ekspor seperti Fortuner, Innova, Vios, hingga Yaris.
Di tahun 2016, ekspor kendaraan Toyota tembus 12 ribu unit per bulan. Kontribusi tersebut tercatat mendongkrak total ekspor hingga 85 persen dari total ekspor mobil CBU dari Indonesia.
Proses panjang tersebut membuat Toyota sukses mencatatkan ekspor 1 juta unit pada 2018 dengan volume pengkapalan model sebanyak 200 ribu unit.
Menariknya, produk CBU Toyota terus mengalami peningkatan. Bahkan, pabrikan sudah mampu membuat kendaraan elektrifikasi secara lokal lewat model andalannya, Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid.
Kedua mobil hybrid tersebut dilirik pasar ekspor sejak 2022 di Filipina, Thailand, Vietnam, Qatar, Arab Saudi, Peru, hingga Venezuela. Di tahun yang sama, setelah empat tahun berselang, Toyota juga membukukan capaian ekspor 2 juta unit.
Kini TMMIN juga sudah mencatatkan setidaknya ada 100 negara yang menjadi tujuan ekspor mobil rakitan Karawang. Beberapa di antaranya adalah negara ASEAN, Timur Tengah, Afrika, bahkan yang terjauh adalah negara Amerika Latin.
"Passion inilah yang mendorong kami untuk maju. Kami berkomitmen membangun lingkungan yang inklusif, memperkuat operasi kami di Indonesia, memperluas ekspor, dan mencapai karbon netral melalui berbagai teknologi elektrifikasi seperti hybrid dan bioetanol," tuntasnya.
