Senator AS Bilang Mobil China 'Kanker', Mau Larang Total Masuk Pasar

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil listrik asal China, Leapmotor C10 di Paris Motor Show 2024. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil listrik asal China, Leapmotor C10 di Paris Motor Show 2024. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Pejabat publik Amerika Serikat menyoroti sinis kendaraan buatan China, Senator Partai Republican Bernie Moreno menyebut mobil-mobil lansiran Negeri Tirai Bambu sebagai penyakit kanker perekonomian negara lain.

Disitat Car News China, Bernie mengajak negara lain untuk boikot mobil-mobil asal China. Tidak terkecuali, perusahaan yang secara langsung atau tidak langsung terafiliasi dari produk hingga teknologi dari negara ekonomi terbesar ke-2 itu.

Pada forum otomotif yang diselenggarakan di New York International Auto Show, Moreno menyatakan akan mengajukan proposal regulasi untuk mencapai tujuan agar pasar kendaraan Amerika Serikat tidak pernah kedatangan merek asal China.

Undang-undang ini bertujuan untuk melampaui peraturan pemerintahan Biden yang diperkenalkan pada Januari 2025, yang saat ini melarang penjualan kendaraan penumpang buatan Tiongkok karena kekhawatiran keamanan nasional terkait pengumpulan data.

Mobil listrik konsep sport Denza Z debut global di Auto Shanghai 2025. Foto: Denza

Pemblokiran perusahaan asal China pernah dilakukan AS, salah satunya adalah kepada raksasa teknologi Huawei menjadi landasan diberlakukan hal serupa untuk industri otomotif asal China. Moreno memastikan hal tersebut akan terjadi.

“Kami tidak akan mengizinkan produsen mobil Tiongkok masuk ke pasar ini. Kami akan mencegah kanker masuk ke pasar kami, dan kami akan membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi," kata Moreno.

Sikap agresif Senator tersebut mencerminkan pengawasannya baru-baru ini terhadap perusahaan-perusahaan Amerika. Pada bulan Februari, Moreno mengkritik Waymo selama sidang Senat karena kemitraannya dengan Geely.

Perusahaan induk merek Zeekr asal China, menuduh perusahaan milik Alphabet tersebut bertentangan dengan tujuan kepemimpinan AS dengan menggunakan kendaraan buatan Tiongkok untuk program taksi robot (robotaxi).

Hyptec Earth di Shanghai Auto Show 2025. Foto: Erandhi Hutomo Saputra/kumparan

Ia menginginkan tujuan tersebut tidak hanya tercapai untuk pasar domestik, melainkan mendesak komunitas internasional agar mengikuti standar yang dibuat Amerika Serikat. "Saya mengharapkan bagi Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa untuk mengadopsi standar yang sama dengan kita sekarang," tegasnya.

Rancangan undang-undang yang diusulkan ini mendapat dukungan kuat dari produsen mobil AS dan kelompok perdagangan. Baru-baru ini, organisasi perdagangan otomotif utama mendesak pemerintah untuk mempertahankan hambatan ketat terhadap produsen mobil China, menekankan perlunya melindungi pasar domestik.

Namun realisasi dari rencana tersebut sepertinya masih harus menunggu waktu, sebab Presiden Trump dikabarkan akan melakukan lawatan ke China pada Mei nanti. Trump sebelumnya pernah menyatakan secara terbuka menerima merek China, asal mau membuka pabrik dan melibatkan pekerja Amerika Serikat.