Servis Busa Helm Premium Cuma Rp 300 Ribuan, Beli Busa Baru Bisa Jutaan Rupiah

Busa menjadi salah satu bagian helm yang paling cepat mengalami penurunan kondisi setelah digunakan dalam waktu lama. Busa pipi, kepala, hingga bagian leher bisa mulai lepas, kempis, atau rusak, termasuk pada helm premium sehingga harus di servis.
Kondisi tersebut membuat pemilik helm premium tidak selalu harus membeli unit baru. Busa yang sudah rusak masih bisa dibuat ulang dan disesuaikan dengan bentuk helm.
Hal itu dilakukan Syahril, pemilik Aqila Service Helm di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia menerima pengerjaan busa untuk sejumlah helm kelas menengah hingga premium, seperti Zeus, Shoei, Nolan, Airoh, SMK, dan lainnya.
"Helm-helm mahal biasanya benerin busa. Saya bikin kalau busa, harga barunya bisa Rp 1 jutaan, tetep pakai kulit original. Biayanya termasuk cuci mulai Rp 300 ribuan," ujar Syahril saat ditemui kumparan di tempat usahanya belum lama ini.
Syahril mengatakan, sejauh ini tidak ada keluhan dari konsumen yang menggunakan jasa pembuatan busa untuk helm premium. Ia selalu meminta pelanggan mencoba langsung hasil pengerjaan sebelum helm dibawa pulang.
Cara tersebut dilakukan agar posisi dan tingkat kekencangan busa sesuai dengan kepala pengguna. Bila masih terasa kurang pas, Syahril akan melakukan penyesuaian sebelum helm diserahkan kepada pemilik.
Selain pembuatan busa, Aqila Service Helm juga melayani berbagai perbaikan lain, mulai dari visor, tali, lis, menghilangkan lecet, hingga pengecatan helm. Tarif servis bahkan dimulai dari sekitar Rp 5 ribuan sampai ratusan ribu saja.
"Cat helm harganya Rp 160-250 ribuan, prosesnya sekitar 4 sampai 7 hari. Jenis helm apapun bisa asal polosan, kalau ada stiker merek dan lainnya bisa saya pesenin nanti ditempel dan dipernis. Untuk helm yang bermotif sekarang belum bisa," jelas Syahril.
Saat ini, ia mengatakan Aqila Service Helm bisa menerima sedikitnya 30 helm dalam sehari. Jumlah tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 50 helm ketika akhir pekan.
Menurut Syahril, layanan perbaikan menjadi salah satu cara bagi pemilik helm untuk tetap menggunakan perlengkapan yang sudah dimiliki. Apalagi untuk helm yang punya nilai khusus bagi pemiliknya, mengganti seluruh unit belum tentu menjadi pilihan.
