Sharp Ikut Kembangkan Mobil Listrik, Tampil di Japan Mobility Show 2025
·waktu baca 2 menit

Japan Mobility Show (JMS) 2025 bukan saja panggung bagi nama-nama terkenal yang kondang di industri otomotif Jepang. Helatan ini tak ragu menyajikan sesuatu yang baru, salah satu di antaranya datang dari Sharp.
Merek yang berarti tajam dalam bahasa Indonesia itu akan menampilkan prototipe mobil listrik mereka yang diberi nama LDK+ pada hari ini. Model ini melanjutkan purwarupa dengan nama serupa yang sudah pernah hadir pada September 2024 lalu.
Lewat laman resmi perusahaan, wujud Sharp LDK+ berupa MPV lengkap dengan pintu geser di belakang. Sebuah format umum untuk mobil-mobil lansiran pabrikan Jepang yang menawarkan akses keluar masuk secara praktis.
Tampangnya sederhana tanpa lekuk bodi tajam, minimalis yang mencerminkan aura futuristik. Bentuk kotak menawarkan ruang kabin lega untuk semua penumpang, LDK+ plus ini diproyeksi dapat terhubung ekosistem perangkat elektronik rumah tangga Sharp.
LDK+ basisnya diambil dari Model A, salah satu lini battery electric vehicle (BEV) yang dikembangkan oleh Hon Hai, anak perusahaan dari Foxconn. Entitas yang sama untuk merakit sebagian dari produk-produk iPhone atau ponsel pintar android lainnya.
Saat diparkir, kendaraan ini dapat digunakan sebagai ruang teater atau ruang kerja jarak jauh. Sebuah kotak konsol yang dilengkapi meja dan proyektor ditempatkan di antara kursi pengemudi dan penumpang. Sebuah konsep integrasi ekosistem yang dimaksud Sharp.
Dengan memutar kursi pengemudi menghadap ke belakang, tercipta lah suasana seperti ruang tamu di mana Anda dapat duduk-duduk dengan kursi belakang. Layar di atas kursi belakang dapat berfungsi sebagai bidang visual untuk menonton atau rapat.
Melalui platform AIoT Sharp, yang menghubungkan AI dan peralatan rumah tangga, kendaraan ini terhubung dengan perangkat rumah tangga seperti peralatan dapur, AC, dan sistem laundry. Sistem kecerdasan buatan itu mempelajari gaya hidup pemiliknya.
Selain itu, sistem ini dapat terhubung dengan solusi V2H (Vehicle to Home), memungkinkan manajemen energi yang efisien dengan mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya dan baterai penyimpanan rumah tangga.
