Smart Akan Perkenalkan Mobil Listrik Mungil Tanpa Atap

kumparanOTOverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil konsep Smart ForEase (Foto: dok. Paultan)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil konsep Smart ForEase (Foto: dok. Paultan)

Pada awal tahun 2011 sebuah mobil mungil dengan kapasitas 2-orang penumpang menjalani debutnya. Mobil tersebut adalah Smart Fortwo yang saat itu dibanderol Rp 219 juta on the road (OTR) Jakarta.

Sayangnya tidak begitu lama, mobil perkotaan tersebut seperti lenyap di telan bumi. Sudah jarang sekali melihat mobil ini terlihat melintas di sudut kota Jakarta.

Tapi siapa sangka, secara global penjualan mobil ini sejak diperkenalkan tahun 1998 hingga 2015 sudah mencapai angka 1,7 juta unit. Tentunya akan terus bertambah karena masih terus diproduksi sampai saat ini.

Capaian tersebut karena dukungan tiga generasi Smart ForTwo. Pertama rakitan tahun 1998 hingga 2007, generasi kedua 2007 hingga 2014, dan terakhir 2014 hingga sekarang.

Smart ForTwo Electric (Foto: dok. Green Car Reports)
zoom-in-whitePerbesar
Smart ForTwo Electric (Foto: dok. Green Car Reports)

Seiring berjalannya, waktu untuk menjawab kebutuhan kendaraan setrum alias listrik, pabrikan di bawah naungan Daimler ini mengembangkan dan meniagakan versi listriknya pada awal tahun 2009. Proye ini berlanjut sampai pada awal tahun 2018 dirilis dengan nama Smart EQ ForTwo dan ForFour yang dibangun dari generasi ketiga.

Namun perjuangan Smart untuk menyambut era kendaraan listrik tidak berhenti sampai di situ saja. Berdasarkan laporan Paultan, pabrikan yang berpusat di Jerman ini siap merilis konsep mobil listrik Smart Forease pada gelaran Paris Motor Show yang akan digelar 4 sampai 15 Oktober mendatang. Mobil mungil ini adalah pengembangan dari Smart EQ ForTwo Cabrio

Mobil konsep Smart ForEase (Foto: dok. Paultan)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil konsep Smart ForEase (Foto: dok. Paultan)

Selayaknya sebuah mobil cabrio, Smart Forease dibuat tanpa atap dan kaca depannya lebih minimalis untuk mengingatkan varian Crossblade yang ada di tahun 2001. Gagang pintunya pun juga dibuat sekecil mungkin sehingga membuatnya tersamarkan dengan bodi mobil.

Mobil purwarupa tersebut menggunakan warna putih metalik yang kontras dengan aksen hijau menyala, ditambah warna perak doff-nya yang menyelimuti bentuk bodi pada buritannya.

Mobil konsep Smart ForEase (Foto: dok. Paultan)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil konsep Smart ForEase (Foto: dok. Paultan)

Sebagai produsen mobil perkotaan, Smart perlahan berpindah haluan hanya terkonsentrasi menjual mobil listrik sejak tahun 2017. Bahkan Smart hanya tersedia dalam versi setrum di USA, Kanada, dan Norwegia.

Selebihnya pada tahun 2020, targetnya adalah memasarkan mobil bertenaga listrik berbasiskan baterai di seluruh Eropa dan berlanjut secara global setelahnya. Smart ingin membuktikan bila mobil listrik tidaknya menawarkan fungsionalitas, lebih dari itu, mobil listrik perkotaan jauh lebih menyenangkan dikendarai dan tidak akan membosankan.

Mobil konsep Smart ForEase (Foto: dok. Paultan)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil konsep Smart ForEase (Foto: dok. Paultan)