Soebronto Laras, Sosok di Balik Kesuksesan Suzuki Carry di Indonesia

21 September 2023 9:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Soebronto Laras. Foto: Indomobil
zoom-in-whitePerbesar
Soebronto Laras. Foto: Indomobil
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kabar duka menyelimuti dunia otomotif nasional. Soebronto Laras, tokoh otomotif Indonesia sekaligus pengusaha yang menggawangi Indomobil Group, tutup usia pada Rabu (20/9) di Jakarta.
ADVERTISEMENT
"Berita duka cita, telah meninggal dunia malam ini di RS Medistra jam 20.00 WIB, Bapak Soebronto Laras. Rumah duka di Jalan Bonang No. 5 Jakarta Pusat," terang Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales Harold Donnel.
Pria yang memiliki nama kecil Yonto ini boleh dibilang sebagai saksi hidup perkembangan industri dan tren otomotif nasional, juga orang yang membesarkan Suzuki di Indonesia.
Saat remaja, Soebronto telah menggemari dunia bengkel dan balapan. Sempat menjadi pebalap bersama Tinton Soeprapto, hingga akhirnya juga sempat mengemban tugas sebagai Ketua Umum IMI.
Kegemarannya di pada aktivitas otomotif membawanya terjun di bisnis otomotif. Usai menyelesaikan pendidikannya pada 1972 di London, beliau meniti karier sebagai Direktur PT First Chemical Industry dan empat tahun kemudian menjadi direktur utama perusahaan perakitan mobil motor Suzuki.
ADVERTISEMENT
Lanjut pada 1984, kariernya dilanjutkan menjadi Direktur Utama PT National Motors Co., serta PT Unicor Prima Motor sebagai anak usaha Indomobil Group yang berkecimpung merakit mobil Mazda dan Hino.
Soebronto Laras. Foto: Antara
Semasa hidupnya Soebronto juga pernah menjabat sebagai komisaris di beberapa perusahaan di bawah Indomobil Group, yakni Komisaris Utama PT Nissan Motor Indonesia (1988), Komisaris Utama PT Indomobil Multi Trada (1999), Komisaris Utama PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (2003), dan Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses Internasional.

Cerita Soebronto jual Suzuki Carry pertama kali karena panen cengkeh

Berkat kepiwaiannya, Soebronto berhasil membawa Suzuki sebagai salah satu pemain utama di industri otomotif nasional.
Dalam sebuah wawancara saat Suzuki Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-50 pada akhir 2020 lalu, Bronto --sapaan akrabnya bercerita bagaimana awal kiprah Suzuki di tanah air.
ADVERTISEMENT
Suzuki Carry Truntung T20 1981 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Dulu model pertama yang dijualnya adalah Suzuki Carry ST20 pada 1970. Menariknya bukan Jakarta sebagai kota pertama Suzuki dikenal, melainkan Manado.
"Jadi Manado pada waktu itu sedang panen cengkeh, uang petaninya itu banyak sekali. Dan waktu kami ke sana bawa ini (Carry ST20) bersama seniornya Suzuki saat itu, Mr. Nakanishi, saya demonstrasikan bagaimana Suzuki Carry ST20 ini bisa bawa 1 ton cengkeh dari bawah ke puncak gunung," kenangnya saat masih menjabat Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses Internasional.
Suzuki Carry Truntung T20 1981 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Dirinya menilai wilayah tersebut memiliki potensi yang besar, lantaran minimnya sarana transportasi di pelosok Indonesia, serta moda angkutan barang untuk mengangkut hasil bumi.
Untuk itu Bronto meyakini dengan basis Suzuki Carry ST20 sebagai kendaraan pikap, memiliki fleksibilitas dan memudahkan penggunnanya untuk mengubah fungsinya untuk mengangkut barang serta angkutan orang.
ADVERTISEMENT
"Makanya yang namanya istilah angkot itu, mungkin awalnya dari produk Suzuki Carry. Jadi saat itu tanpa karoseri apapun juga, tinggal pasang kap di atasnya, lalu kasih 6 kursi, 3 kiri dan 3 kanan serta 1 di sisi pengemudi, sudah bisa angkut 7 penumpang," lanjutnya.
Suzuki Carry Truntung T20 1981 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Guna mengekspansi pasar, penjualan Suzuki Carry dilanjutkan di Jawa, di manna Sukabumi, Cirebon, Kuningan, dan Semarang jadi daerah lanjutan yang menjual produk dengan sebutan 'Truntung' itu.
"Pulau Jawa tentunya juga di daerah pegunungan, karena saat itu (Suzuki Carry) jagonya 2-tak ya di pegunungan," beber Soebronto.
Seperti di Manado, kiprah Suzuki Carry ST20 di Pulau Jawa juga tidak hanya sebagai angkutan barang saja, melainkan juga angkutan orang.
Suzuki Carry Truntung T20 1981 dan new Carry pikap Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Berkat tingginya permintaan Carry ST20 kala itu, Suzuki pun mengaku sempat kewalahan. Hingga akhirnya, Suzuki Carry ST20 berhasil mencatatkan angka penjualan hingga 1.500 unit di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
Nama Carry memiliki tempat istimewa bagi Suzuki. Pada 2020 lalu bertepatan usia emas pabrikan, Suzuki merilis Carry terbaru. Pada momen peluncuran, ada Suzuki Carry ST20 lawas sebagai perbandingan dan pembuktian bahwa mobil pekerja tersebut memiliki durabilitas tinggi.