Otomotif
·
14 Oktober 2020 12:51

Sudah Tahu Fungsi Garis-garis di Kaca Belakang Mobil?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sudah Tahu Fungsi Garis-garis di Kaca Belakang Mobil? (20600)
Ilustrasi pengecekan defogger belakang mobil. Foto: dok. familyhandyman.com
Mobil kekinian biasanya disematkan fitur pelengkap untuk menunjang keselamatan, keamanan, maupun kenyamanan. Salah satunya adalah garis-garis yang menempel di kaca belakang mobil.
ADVERTISEMENT
Mungkin Anda yang belum tahu mengiranya sebagai hiasan kaca. Jangan salah, piranti tersebut dinamakan defogger.
Sudah Tahu Fungsi Garis-garis di Kaca Belakang Mobil? (20601)
Ilustrasi defogger belakang mobil. Foto: dok. taylorautoglass.com
Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, defogger bisa diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai kebutuhan. Perannya penting supaya visibilitas kaca belakang selalu jernih saat berkendara di bawah guyuran hujan.
"Defogger berfungsi sebagai penghangat kaca yang menghilangkan embun kaca belakang," jelas Didi saat dihubungi kumparan belum lama ini.
Bagi pengemudi awam, untuk bisa menyalakan atau matikan tinggal cari tombol dengan ikon persegi panjang, yang ditambahkan 3 anak panah meliuk. Umumnya tombol berada di cluster pengaturan AC.
Sudah Tahu Fungsi Garis-garis di Kaca Belakang Mobil? (20602)
Ilustrasi defogger. Foto: YourMechanic

Bagaimana cara kerja defogger?

Defogger kaca belakang terbuat dari kawat tipis atau filamen sebagai kondensator panas. Maksudnya ketika ada embun, saat fungsinya dinyalakan, kawat tadi akan menghantarkan panas ke kaca.
ADVERTISEMENT
Sehingga embun yang timbul akibat perbedaan suhu luar dan dalam bisa diminimalisir. Pengelihatan ke belakang pun terjaga.
Sudah Tahu Fungsi Garis-garis di Kaca Belakang Mobil? (20603)
Ilustrasi defogger belakang mobil. Foto: dok. carcomplaints.com
Tapi jangan lupa buat mematikan fitur ini lagi umpama hujan berhenti dan embun menghilang. Kebanyakan lupa untuk menonaktifkannya.
Sebab defogger yang selalu menyala bisa merusak lapisan kaca film mobil. Selain itu, filamen juga mengalami kerusakan apabila kelamaan aktif. "Filamennya kan menempel pada kaca, kalau enggak hati-hati filamen bisa putus," tuntas Didi.
***
Saksikan video menarik di bawah ini: