Sudah Tahun 2022, AHM Masih 'Mikir-mikir' Jual Sepeda Motor Listrik

21 Januari 2022 17:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Honda PCX Listrik Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Honda PCX Listrik Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
ADVERTISEMENT
PT Astra Honda Motor (AHM) masih mempelajari pasar sepeda motor listrik di Indonesia. Sudah masuk tahun 2022 ini, studi yang dilakukan belum rampung.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya AHM sudah memiliki Honda PCX EV yang meluncur pada 31 Januari 2019. Namun sampai saat ini belum dipasarkan secara massal.
Ya, mereka masih 'mikir-mikir' dan melihat berbagai faktor, sebelum benar-benar nyemplung di pasar motor listrik. Padahal sejauh ini, sudah banyak produk sepeda motor listrik yang dijual di Indonesia.
"Jadi untuk motor listrik ini kami sudah ada stepping. Cuma belum komprehensif, dan kita perlu melihat berbagai faktor," kata Direktur Marketing PT Astra Honda Motor Thomas Wijaya pada konferensi pers virtual Rabu (19/1).
Honda PCX Listrik Foto: Gesit Prayogi/kumparan

Faktor pertimbangan

Pertama kata Thomas, melihat dari sisi perilaku konsumen. Seperti apa kebutuhan penggunaannya, apakah masih jarak dekat atau jauh, jarak menengah atau jarak pendek.
"Jadi kami perlu melihat bagaimana pergerakan mobilitas konsumen, kemudian juga riding habitatnya berbeda," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Faktor kedua soal teknologi motor atau kendaraan listrik. Thomas menyebut masih banyak keterbatasan, yang berbeda dengan kondisi motor bensin.
"Misalnya performa, jarak tempuh, kecepatan, kemudian kemampuan menanjak seperti apa. Kami juga melihat dari sisi teknologinya sudah berapa jauh bisa match dengan kondisi infrastruktur dan kebiasaan pengguna," tutur Thomas.
Honda PCX listrik di IMOS 2018 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Ketiga terkait dengan infrastruktur. Pasalnya saat mengembangankan motor listrik, yang dibangun tak hanya sebatas motor, melainkan perlu ada infrastruktur yang perlu dibangun.
"Entah itu swapping atau charging-nya terkait dengan baterai ini, kita pertimbangkan dan kita bangun," jelasnya.
Nah semua ini, kata Thomas, tentu benar-benar dilihat dari sisi konsumen. Soal kenyamanan dan juga keamanan.
"Keamanan di sini dalam arti keselamatannya seperti apa motor listrik ini, supaya tidak membuat masalah bagi konsumen itu seperti apa," ujar Thomas.
ADVERTISEMENT
***