Suzuki Garap Fronx Flex Fuel, Sanggup Tenggak Bioetanol E85

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suzuki Fronx FFV atau Flexible Fuel Vehicle yang akan tampil di Japan Mobility Show 2025. Foto: Suzuki
zoom-in-whitePerbesar
Suzuki Fronx FFV atau Flexible Fuel Vehicle yang akan tampil di Japan Mobility Show 2025. Foto: Suzuki

Suzuki Motor Corporation akan memboyong Fronx Flex Fuel Concept pada gelaran Japan Mobility Show (JMS) 2025 pada 30 Oktober sampai 9 November 2025 di Tokyo Big Sight, Jepang.

Fronx Flex Fuel bisa dilajukan menggunakan bahan bakar dengan kadar etanol tinggi. Sehingga, diperlukan sejumlah ubahan yang dilakukan agar mampu menenggak bahan bakar bioetanol.

Disitat dari Drive Spark, mesin Suzuki Fronx Flex Fuel diambil dari Wagon R Flex Fuel sebelumnya.

Jantung pacu tersebut dimodifikasi ulang untuk beradaptasi dengan campuran BBM etanol mulai dari E20 hingga E85. Nah, bioetanol E20 terdiri dari 20 persen etanol, sementara E85 punya kadar hingga 85 persen dengan nilai oktan 100-110.

Tampilan Suzuki Fronx yang meluncur di Indonesia. Foto: Sena Pratama/kumparan

Untuk mengkompensasi oktan tinggi tersebut, sejumlah komponen yang harus mendapat ubahan, meliputi tangki BBM, pipa-pipa bensin, pompa bensin, injector, serta seal-seal di sejumlah bagian.

Lebih dari itu, Suzuki juga menyematkan sensor khusus untuk mengukur konsentrasi etanol secara aktual. Kemudian, electronic control unit (ECU) khusus juga diaplikasikan guna melakukan penyesuaian ignition timing, air-fuel ratio, dan idle-speed secara otomatis.

Apa itu flex fuel?

Ilustrasi etanol. Foto: Shutterstock

Flex fuel atau bioetanol merupakan bahan bakar hayati yang diproduksi dari sumber daya alam terbarukan, seperti tumbuhan. Bahan baku terbarukan memberikan karakter khusus pada BBM bioetanol.

”Etanol bersifat renewable, ketika etanol digunakan di mobil, maka mobil akan menghasilkan CO2 (karbon dioksida). Tapi, CO2 itu bisa diserap lagi oleh tanaman, kemudian tanaman akan diolah lagi menjadi etanol,” kata Peneliti Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Ada dua jenis etanol murni saat ini, yaitu Hydrous Ethanol dengan kadar etanol 96 persen dan Anhydrous Ethanol yang mengandung 99,5 persen etanol. Dua jenis ini yang kemudian dicampur dengan bahan bakar minyak hingga menjadi biofuel.

Ilustrasi Pertamax Green 95. Foto: Dok. Istimewa

Bahan dasar etanol pun bervariasi. Misal, di India dan Brasil dibuat dari tebu, Amerika mengandalkan Jagung, Swedia dengan gandum dari sisa produksi roti dan pakan ternak, hingga Thailand yang memproduksi etanol dari singkong.

BBM bioetanol di Indonesia sudah dipasarkan oleh Pertamina melalui Pertamax Green dengan nilai oktan 95. Bioetanol ini bertaraf B5, artinya mengandung 5 persen etanol di dalamnya.

instagram embed