kumparan
13 Februari 2019 19:04

Suzuki Setop Produksi Ignis

Suzuki Ignis
Suzuki Ignis Foto: Citra Pulandi Utomo/kumparanOTO
Maruti Suzuki India Limited (MSIL) dilaporkan menghentikan produksi model city car, Ignis. Menurut laporan, ini dilakukan untuk mempersiapkan edisi penyegaran dari mobil lima penumpang itu.
ADVERTISEMENT
Menurut informasi dari diler Suzuki, seperti dikutip dari Autocar, produksi dari Suzuki Ignis —yang juga dikirim ke Indonesia— dihentikan proses produksinya. Meskipun belum ada konfirmasi langsung dari pihak Suzuki.
com-Tampak Depan New IGNIS Sport Edition
com-Tampak Depan New IGNIS Sport Edition Foto: Suzuki Indonesia
Adapun, Suzuki Ignis facelift ini kabarnya akan mendapat sejumlah revisi. Untuk eksterior, dia bakal mendapat ubahan pada bumper, desain velg, dan penyegaran di interior.
Tak ketinggalan, Suzuki juga menambahkan sistem infotainment SmartPlay Studio yang sudah ada di Wagon R anyar.
Sementara itu, Maruti Suzuki agaknya perlu mempermak produknya itu agar tetap kompetitif. Sebab di India, mobil ini kurang memenuhi harapan pabrikan.
Suzuki Indomobil Sales (SIS) meluncurkan Ignis
Suzuki Indomobil Sales (SIS) meluncurkan Ignis. Foto: Gesit Prayogi/kumparan
Imbasnya, varian mesin Diesel harus dihapus dalam daftar penjualan pada Juni 2018 lantaran sepi peminat. Sehingga, Maruti pun hanya memasarkan Ignis dengan pilihan mesin seri K12 1,2 liter yang menjanjikan tenaga 81 dk dan momen puntir maksimum 113 Nm.
ADVERTISEMENT
Bila di India kurang memuaskan, di Indonesia Suzuki Ignis justru berhasil mengamankan gelar city car paling laris. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Suzuki Ignis terdistribusi sebanyak 13.802 unit sepanjang tahun 2018.
SIS masih jual Ignis
Lalu bagaimana Ignis untuk pasar Indonesia? Mengingat modelnya masih didatangkan langsung dari negeri Bollywood tersebut. Saat dikonfirmasi ke Section Head 4W Product Development PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Harold Donnel, pabrikan masih tetap menjual Ignis.
"Aman, kalau produksi di India kan tidak hanya domestik dan eskpor saja, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan negara lain, jadi mereka (MSIL) punya banyak line produksi untuk di ekspor ke beberapa negara," terang Harold saat dihubungi kumparanOTO, Rabu (13/2).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan