Otomotif
·
9 Mei 2020 12:45

Suzuki XL7, Mobil Incaran Baru untuk Ditukar Tambah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Suzuki XL7, Mobil Incaran Baru untuk Ditukar Tambah (74793)
Tampilan luar Suzuki XL7 Foto: Bangkit Jaya Putra
Suzuki XL7 mendapatkan respons positif pasca debut 15 Februari lalu. Hasil penjualannya membuat XL7 bertengger di posisi dua segmen SUV murah.
ADVERTISEMENT
Karakteristik pembeli mobil yang dibangun dari Ertiga tersebut cukup beragam. Salah satunya ujar Business Development Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Hendro Kaligis, merupakan konsumen tukar tambah.
Suzuki XL7, Mobil Incaran Baru untuk Ditukar Tambah (74794)
Suzuki XL7 tipe Zeta Foto: dok. SIS
"Mobil Suzuki baru yang paling banyak dibeli untuk ditukar itu XL7 ya melalui Suzuki Auto Value," ujarnya dalam kesempatan wawancara virtual, Kamis (7/5).
Mobil yang ditukarkan pun beragam. Memang dari segmen MPV, baik sesama merek atau di luar brand Suzuki. Motifnya satu, supaya bisa dapat model yang lebih muda dan segar.
Suzuki XL7, Mobil Incaran Baru untuk Ditukar Tambah (74795)
Perbandingan muka Suzuki XL7 dan Ertiga Foto: Bangkit Jaya Putra
Selain itu, Suzuki Auto Value, dijelaskan Hendro getol menerima model Low MPV, dengan tujuan bisa dijual lagi jelang musim Lebaran 2020 untuk mudik.
"Di Jakarta saja sampai ratusan yang mau tukar tambah dengan XL7 hanya dalam 14 hari. Tapi bisa kami serap sedikit, karena batasan pelat nomor dan usia mobil (yang ditukar)," jelasnya lagi.
ADVERTISEMENT
Meski begitu sejak pandemi COVID-19 menyerang, aktivitas tukar tambah, maupun jual beli mobil bekas dikatakan Hendro terus menurun. Sehingga tidak lagi menyumbang penjualan total Suzuki XL7.
Suzuki XL7, Mobil Incaran Baru untuk Ditukar Tambah (74796)
Tampilan depan Suzuki XL7 Foto: Bangkit Jaya Putra
Yang ada orang kebanyakan malah menjual mobilnya. Salah satu tujuannya untuk mendapatkan uang agar diputar lagi atau untuk menyambung hidup.
"Jadi over stock, orang butuh cash, menjual aset. Sekarang jual mobil itu challenging, harga turun karena suplai banyak, sementara demand pedagang mobil juga tidak ada," pungkas Hendro.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.