Tahun Politik Pengaruhi Penjualan Mobil Premium

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mercedes-Benz meluncurkan tiga model EQE Edition 1, EQS SUV, dan Mercedes-AMG SL 43, dua di antaranya mobil listrik dan satu mobil sport di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2023) di ICE BSD, Tangerang, Kamis (10/8).  Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mercedes-Benz meluncurkan tiga model EQE Edition 1, EQS SUV, dan Mercedes-AMG SL 43, dua di antaranya mobil listrik dan satu mobil sport di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2023) di ICE BSD, Tangerang, Kamis (10/8). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sales & Marketing Director PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) Kariyanto Hardjosoemarto menyebut, penjualan mobil segmen premium akan terpengaruh jelang tahun politik pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 14 Februari 2024.

"Pasar kendaraan premium kami melihat tahun depan tentu akan terpengaruh oleh tensi politik karena pemilu dan sebagainya," buka Kariyanto saat sela peluncuran produk baru Mercedes-Benz di Jakarta, Selasa (14/11).

Menurut pengalamannya, segmen premium terbilang unik karena sensitif dengan geo-politik. Sehingga bila terjadi tensi yang memanas dan sebagainya, ada kecenderungan market untuk menunda pembelian.

"Karena biasanya pembeli segmen premium ini sudah memiliki kendaraan lain juga, bukan first car. Jadi urgensinya untuk segera membeli itu kadang masih bisa mereka tunda, jika ada kondisi kurang kondusif dan sebagainya," imbuhnya.

PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) meluncurkan dua model baru Mercedes-Maybach GLS dan Mercedes-Maybach S-Class. Foto: Sena Pratama/kumparan

Pria yang karib disapa Kary ini berharap pesta demokrasi tahun depan dapat berjalan lancar dan tidak timbul gejolak, sehingga bisnis dapat tetap berjalan dengan lancar.

Selain itu pihaknya juga mengamati kondisi ekonomi sepanjang tahun 2023 mengalami fluktuasi. Kary bilang, penjualan Mercedes-Benz pada kuartal tiga atau Q3 mengalami perlambatan.

"Kalau pertumbuhan ekonomi terus terang berpengaruh, kami merasakan juga secara new order taking itu di Q3 slowing down dibandingkan Q1 atau Q2. Dari dealer juga memberikan feedback market agak slowing down di kuartal 3, jadi sebetulnya pertumbuhan ekonomi terefleksi," bebernya.

Sejak Januari hingga Oktober tahun ini, MBDI telah mencetak angka penjualan retail sebanyak 2.747 unit. Naik 8,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2022 dengan angka 2.522 unit, mengutip data Gaikindo.

Dari total tersebut, produk elektrik mereka yang dirangkum dalam lini EQ menyumbang 5 persen penjualan atau sebanyak 130 unit. Model EQE dan EQS menjadi kontributor terbanyak hingga kini.

Adapun, Kary juga masih memantau kondisi pasar tahun depan di tengah situasi pasar secara umum yang menurutnya saat ini wait and see.

"Tergantung juga, kalau kondisinya kondusif dan pertumbuhan ekonomi positif menurut saya juga impact-nya akan positif," pungkasnya.

***