Tak Semua Dapat, Ini Syarat Dapat Bantuan Rp 7 Juta Pembelian Motor Listrik
·waktu baca 2 menit

Pemerintah mengumumkan untuk memberikan bantuan pembelian unit baru motor listrik maupun konversi sebesar Rp 7 juta. Itu mulai berlaku tanggal 20 Maret 2023.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, bantuan pembelian sepeda motor listrik baru diberikan sebanyak 200 ribu unit hingga Desember 2023. Anggaran yang disiapkan mencapai 1,75 triliun.
“Syaratnya memiliki fasilitas produksi di Indonesia dan minimal TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) 40 persen. GESITS dan Selis itu malah TKDN-nya sudah lebih dari 40 persen,” ujarnya, Senin (6/3/2023).
Selain Gesits dan Selis, jenama motor listrik lainnya yang mendapatkan bantuan ini adalah Volta. Agus meminta, produsen lainnya untuk memanfaatkan program ini dengan meningkatkan TKDN dalam produknya.
Bagi masyarakat yang hendak membeli motor listrik bisa datang ke diler terdekat. Bila tertarik dengan salah satu model, tenaga penjual akan memeriksa NIK (Nomor Induk Kependudukan) pada KTP.
“Tidak bisa (buat) dua kali belanja, satu orang harus dengan satu NIK yang sama. Kemudian jika mau dijual lagi, itu tidak boleh. Kami sudah siapkan skemanya dalam waktu dekat mudah-mudahan sudah selesai,” katanya.
Bila berhak, pembeli langsung mendapat potongan harga. Klaim insentif nantinya perlu diajukan oleh pihak diler ke Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Tak boleh ada kenaikan harga jual oleh produsen saat pemberian insentif berlangsung.
“Bank Himbara akan memeriksa kelengkapan. Apabila selesai, Himbara akan membayar penggantian insentif ke produsen. Prosedur ini mempermudah kami untuk mengontrol,” jelasnya.
Kepala Badan Keuangan Fiskal Kemenkeu Febrio N. Kacaribu menjelaskan, kelompok yang menjadi prioritas penerima bantuan yakni pelaku UMKM, khususnya penerima KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan penerima BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro).
“Pelanggan listrik 450 VA sampai 900 VA juga didorong untuk mendapatkan bantuan ini. Diharapkan, ini mampu mendorong efisiensi produktivitas mereka khususnya UMKM,” pungkasnya.
