Target 200 Ribu, Pendaftar Subsidi Motor Listrik Rp 7 Juta Baru 5.547 Orang

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Motor listrik Smoot di PEVS 2023. Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Motor listrik Smoot di PEVS 2023. Foto: Sena Pratama/kumparan

Asosiasi Industri Motor Listrik atau Aismoli menanggapi perihal jumlah pendaftar motor listrik subsidi Rp 7 juta yang masih rendah. Dari 200 ribu kuota yang ditawarkan, hingga Kamis, 2 November 2023 baru ada 5.547 orang pendaftar.

Padahal sejak bulan September lalu, syarat pembelian motor listrik subsidi telah diperluas menjadi cukup menyertakan satu KTP untuk satu unit motor. Melihat perolehan sementara tersebut, Aismoli memasang target realistis.

“Saya tidak merujuk ke angka, ya. Jadi dari awal sudah mengatakan mau semaksimal mungkin, syukur-syukur ya kalau mencapai 200 ribu rasanya kayaknya agak susah, ya,” buka Ketua Umum Aismoli Budi Setiadi dihubungi kumparan (2/11).

Pihaknya berharap, jumlah pendaftar yang terkumpul pada sisa dua bulan terakhir tahun ini mampu mencapai puluhan ribu orang.

Motor listrik Gesits Raya E di PEVS 2023. Foto: Sena Pratama/kumparan

“Tapi mungkin ya kita rencanakan kalau bisa 25 ribu unit sudah lumayan bagus, tapi harapan kita masih tercapai lah, ya. Karena masih ada waktu dan saya juga masif ke Menkomarves, kemudian saya support APM untuk membangun jaringan diler ke daerah,” tambah Budi.

Dirinya menjelaskan, alasan mengapa jumlah pendaftar masih terbilang sedikit adalah jumlah jaringan diler brand atau merek motor listrik yang telah mendapat program subsidi masih belum banyak.

“Jadi misalnya ada masyarakat yang ingin mencari motor listrik subsidi merek A di kotanya itu belum tentu ada. Jadi orang ingin mengakses dan membeli, ternyata di tempatnya belum ada diler dan jaringan penjualannya,” terang Budi.

Guna menggenjot penjualan dan menambah jumlah pendaftar baru, Budi berencana mengadakan pameran khusus untuk brand yang telah memperoleh program subsidi agar motor listriknya cepat terjual, serta menggali lebih banyak potensi market lainnya seperti B2B.

“Kita juga bersama dengan Kemenko maritim melakukan roadshow di Makassar besok. Kemudian sosialisasi untuk pengadaan kepada pemerintah daerah soal penggunaan kendaraan listrik,” tandasnya.

Data Aismoli, sejak tahun 2018 hingga bulan September 2023, populasi motor listrik mengalami pertumbuhan sebanyak 70 ribu unit. Jumlah tersebut berkat stimulus pasar dari pemerintah lewat berbagai kebijakan, salah satunya insentif.

***