Otomotif
·
2 Juni 2020 13:22

Teknik Oper Gigi pada Mobil Matik, Wajib Berhenti atau Tidak?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Teknik Oper Gigi pada Mobil Matik, Wajib Berhenti atau Tidak? (11181)
Ilustrasi oper gigi pada mobil matik. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Salah satu alasan seseorang membeli mobil matik, umumnya tidak terlepas dari pengoperasiannya yang jauh lebih mudah dan ringkas dibandingkan mobil manual.
ADVERTISEMENT
Berbeda dari mobil manual yang memerlukan injak kopling sebelum melakukan perpindahan gigi, pada mobil matik pengemudi hanya cukup memindahkan tuas transmisi ke posisi yang diinginkan saja.
Meskipun terbilang mudah, tidak jarang beberapa orang masih belum memahami apakah perpindahan gigi pada mobil matik harus dilakukan saat mobil dalam kondisi berhenti atau boleh dalam kondisi berjalan.
Teknik Oper Gigi pada Mobil Matik, Wajib Berhenti atau Tidak? (11182)
Desain tuas transmisi Toyota Kijang (Innova) generasi kelima Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Menjawab hal tersebut, Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi, mengatakan khusus untuk perpindahan transmisi mobil matik dari D (Drive) ke R (Reverse) atau sebaliknya, wajib hukumnya untuk berhenti terlebih dahulu.
"Dari D ke R atau R ke D itu wajib berhenti dulu. Karena keduanya punya laju gigi yang berbeda," ucap Bambang kepada kumparan beberapa waktu lalu.
Jika perpindahan gigi pada dua transmisi itu tidak dilakukan dalam kondisi berhenti, maka bisa berakibat pada cepat rusaknya girboks matik mobil tersebut.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, kata Bambang, berbeda halnya jika perpindahan gigi yang dilakukan, dari D ke L, D ke 2, atau D ke M (Manual), maka boleh saja dilakukan saat posisi mobil sedang melaju.
"Kalau itu boleh saja sambil jalan, karena kegunaan posisi 3, 2, atau L itu sendiri kan untuk engine brake saat sedang melalui jalan menurun atau untuk menambah torsi saat menanjak," jelas Bambang.
Teknik Oper Gigi pada Mobil Matik, Wajib Berhenti atau Tidak? (11183)
Ilutrasi transmisi mobil matik Foto: Istimewa
Secara sistem, perpindahan gigi dari D ke 3, 2, L atau M, juga punya arah laju gigi yang sama. Sehingga, hal itu tidak akan membahayakan dan merusak girboks matiknya.
Meskipun perpindahan gigi dari D ke 3, 2, L atau M tidak dilarang dilakukan saat sedang berjalan, Bambang mengingatkan agar lakukanlah perpindahan gigi secara halus, bertahap, dan proporsional. Dengan begitu, maka girboks pada mobil matik pun akan jauh lebih awet.
ADVERTISEMENT
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Saksikan video menarik di bawah ini: