Ternyata Ada Mobil-mobil yang Tak Perlu Matikan Mesin saat Isi BBM, Apa Saja?

kumparanOTOverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi warga Iran isi bensin. Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi warga Iran isi bensin. Foto: REUTERS

Pemilik mobil umumnya akan mematikan mesin mobilnya saat sedang melakukan pengisian bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Cara itu penting dilakukan, guna mencegah terjadinya potensi api tersulut dari bahan bakar yang sedang diisi ke dalam tangki bahan bakar mobil.

Nah, meskipun cara itu lumrah dilakukan pada mobil-mobil penumpang. Ternyata, ada juga beberapa mobil yang justru sengaja untuk tidak mematikan mesinnya saat sedang mengisi bahan bakar.

Lalu, apa saja mobil-mobil itu? Berikut kumparan sajikan informasinya.

Bus Sinar Jaya Suites Class. Foto: dok. Nugroho Febianto

Bus

Bus jadi salah satu kendaraan yang sering membiarkan mesinnya tetap menyala ketika sedang mengisi bahan bakar di SPBU. Kebiasaan para sopir bus itu, tentu bukan tanpa alasan.

Senior Executive Officer After Sales PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), Irwan Supriyono, memaparkan cara itu dilakukan supaya AC pada kabin bus tetap menyala, sehingga penumpang di dalamnya tetap merasa nyaman dan tidak kepanasan.

Karena kalau dimatikan mesinnya, akan butuh waktu lama buat AC menstabilkan temperaturnya," jelas Irwan kepada kumparan beberapa waktu lalu.

Apalagi, lanjut Irwan, setiap bus umumnya memiliki kapasitas tangki bahan bakar yang sangat besar. Sehingga, bila sebuah bus mengisi bahan bakar dari kondisi tangki yang hampir habis, tentu akan memerlukan waktu yang sangat lama untuk mengisi hingga penuh.

Bus Sumber Alam. Foto: dok. Sumber Alam

Tak hanya itu, membiarkan mesin bus tetap menyala rupanya juga berfungsi untuk menjaga performa pengereman bus, khususnya bagi bus yang mengusung sistem pengereman angin.

Bila mesin bus dimatikan, maka saat bus tersebut dinyalakan kembali, akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghidupkan kompresor dan menyuplai tekanan angin pada sistem pengereman.

Truk Hino Hino Ranger Auto Carrier 500 khusus untuk angkut mobil dan motor. Foto: Bagas Putra Riyadhana

Truk

Kendaraan lain yang juga sering tidak mematikan mesinnya ketika mengisi bahan bakar, yakni truk. Berbeda dengan bus yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpangnya, para sopir truk umumnya bertujuan untuk menjaga performa mesinnya tetap optimal.

"Kalau habis narik dengan putaran mesin tinggi dan langsung masuk SPBU, memang enggak boleh langsung dimatikan. Karena bisa saja turbonya langsung setop, padahal saat itu turbo masih dalam kondisi berputar dengan putaran tinggi," terang Irwan.

Karena itu, idealnya dalam prosedur mematikan mesin truk haruslah mendiamkan dahulu beberapa saat, sampai suhu dan putaran mesin menurun.

Pabrik Truk Hino di Indonesia Foto: PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI)

Pun untuk menghidupkannya kembali, diperlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan suhu dan putaran mesin yang ideal sebelum truk boleh dijalankan.

"Mesin bus ketika dihidupkan itu butuh waktu proses warming up sekitar 5-10 menit, supaya panas. Kan kapasitasnya 9.000 cc, jadi butuh pemanasan lebih lama baru bisa jalan," ucap Suyadi, Technical Training & Support Center Dept. Head PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), kepada kumparan beberapa waktu lalu.

Dengan kerumitan dan panjangnya proses tersebut, maka sangat wajar bila banyak sopir truk yang lebih memilih untuk tidak mematikan mesinnya saat mengisi bahan bakar.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

collection embed figure