Tidak Direkomendasikan Isi Air Wiper dengan Campuran Sampo dan Sabun

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi cairan wiper Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cairan wiper Foto: dok. Istimewa

Kondisi wiper harus diperhatikan saat memasuki musim hujan. Bukan cuma karetnya saja, air wiper-nya juga perlu diperhatikan untuk menjaga agar visibilitas saat berkendara.

Menyoal air wiper, pemilik mobil kadang mengisi tabung reservoir cairan wiper dengan air yang dicampur sabun atau sampo. Ada anggapan bahwa ini akan memberikan visibiltas yang baik saat hujan.

Kepala Bengkel Auto2000 Cabang Krida Cilandak, Heri Andriyanto mengatakan hal tersebut tidak dianjurkan. Sebab, visibilitas bisa terganggu.

Sabun atau sampo itu kan kita enggak tahu seberapa besar konsentratnya. Kalau kebanyakan nanti busanya juga ikut banyak dan malah mengganggu penglihatan di kaca ketika mengemudi. Kaca bisa rusak juga,” ungkapnya kepada kumparan belum lama ini.

Ilustrasi menuangkan cairan wiper mobil Foto: dok. Istimewa

Pemilik juga tidak disarankan menggunakan air mineral sebab pembersihannya tidak akan maksimal. Lebih baik, memanfaatkan cairan yang memang dikhususkan untuk wiper mobil.

“Air mineral itu bukannya enggak boleh tetapi cairan wiper kan punya fungsi membersihkan debu atau kotoran. Kalau air mineral kan enggak bisa mengikatnya. Selain itu ada kandungan kapur atau apa yang bisa membuat kerak pada penampungan,” katanya.

“Air mineral juga dikhawatirkan membuat kaca menjadi baret bahkan bisa menumbuhkan lumut. Bukannya bersih malah bikin baret buat apa,” sambungnya.

Berkendara di musim hujan Foto: dok. kumparan

Sementara cairan khusus wiper ini dirancang untuk menyapu kotoran seperti minyak dan diklaim bisa mencegah timbulnya jamur pada kaca. Meski demikian, pemilihannya tak boleh sembarangan sebab ada dua jenis cairan dan penggunaannya berbeda.

“Cairan pertama itu bisa dituang langsung ke reservoir. Kalau yang kedua harus dicampur dengan air. Kalau sampai tertukar bahayanya bisa membuat kaca mobil menjadi rusak. Cairannya juga jangan sampai mengandung natrium klorida,” imbuhnya.

Wiper dari Jeep yang punya lubang penyemprotan air. Foto: dok. Jeep via Motor1

Untuk pemeriksaan, pemilik bisa melakukannya saat servis berkala maupun jarak perjalanan yang ditempuh. Sebab, penggunaan cairan ini sangat bergantung pada situasi dan kondisi saat mengemudi.

“Cairan ini harganya murah dan kalau habis bisa ditambahkan sendiri. Jadi mudah dan simpel buat pemilik mobil pemula. Letaknya di bagian kiri depan ada logo seperti air mancur buat kaca,” pungkasnya.

video youtube embed