Timang-timang Ubah Mobil Manual Jadi Matik

23 November 2022 12:11
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pengerjaan mobil matik. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengerjaan mobil matik. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
ADVERTISEMENT
Terlanjur punya mobil manual tapi mau memiliki mobil matik, sebenarnya bisa melakukan modifikasi transmisi. Hal ini diungkap oleh penggawa bengkel spesialis mobil matik Worner Matic, Hermas Prabowo.
ADVERTISEMENT
“Pada prinsipnya bisa. Namun, kita butuh effort yang besar. Maksudnya, itu adalah skill untuk mengubahnya karena enggak boleh sembarangan mengubahnya. Selain itu, biaya yang dibutuhkan juga besar karena banyak komponen yang diganti,” bukanya saat ditemui kumparan belum lama ini.
Ilustrasi kaki istirahat pada pedal kopling mobil manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kaki istirahat pada pedal kopling mobil manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Ia menuturkan, banyak konsumen yang ingin melakukan hal tersebut. Namun, urung dilakukan ketika tahu waktu yang dibutuhkan lumayan lama dan biaya yang diperlukan cukup menguras dompet.
“Mahalnya itu kan kita bicara sempurna, ya. Dalam artian, kita mengubah secara keseluruhan suku cadang mobil dengan komponen asli bawaan pabrik yang ideal dan aman sesuai desain pabrik," katanya.
"Selain gearbox matiknya, pasti butuh gear shift, pedal set, sistem elektrikal, speedometernya, crankcase, engine mounting juga perlu disesuaikan, ada transmission control module, belum yang lain jadi enggak semudah itu,” imbuhnya.
Ilustrasi transmisi matik. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi transmisi matik. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Ia mengatakan penggantian transmisi manual menjadi matik memiliki tingkat kegagalan tinggi. Potensi malfungsi sistemnya juga besar karena perihal kecocokkan part.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Saat ini, kebanyakan transmisi itu sudah computerized artinya menggunakan sistem komputer untuk bekerja. Modul lain seperti ECU (Engine Control Unit) itu kadang terkoneksi ke modul transmisinya. Bisa juga modul ABS-nya terhubung jadi enggak support kalau diganti transmisinya sehingga banyak ruginya dibanding untungnya,” urainya.
Toyota Kijang generasi keempat Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Kijang generasi keempat Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Hermas menyarankan, pemilik lebih baik mengganti keseluruhan mobil. Misalnya, jual mobil lama tiga pedalnya ke mobil bekas lalu uangnya dibelikan mobil baru dengan dua pedal. “Kalau dijual mungkin rugi sedikit Rp 10 juta sampai Rp 20 juta, kalau mengganti bisa lebih dari Rp 30 jutaan,” katanya.
Kalau mau murah dan tidak dirumitkan oleh sistem komputer, mobil di atas tahun 2000-an bisa jadi pilihan untuk dimodifikasi. Ia mencontohkannya dengan mobil Kijang tahun 1990-an.
ADVERTISEMENT
“Kalau mobil Kijang tahun 1990-an itu paling habis 15 juta karena enggak banyak yang harus dipadankan sebab mobil itu belum computerized di bagian transmisinya,” kata Hermas.
Ilustrasi servis transmisi. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri/kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi servis transmisi. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri/kumparanOTO
Selain itu, biaya perawatan rutin mobil transmisi otomatik juga lebih mahal dibanding manual. Kalau mobil transmisi manual hanya butuh 3 liter oli transmisi, matik butuh 8 hingga 10 liter pelumas untuk kuras oli transmisi.
Ini juga tidak boleh lalai dilakukan sebab ada kemungkinan kopling selip saat perpindahan gigi pada rasio tertentu. “Kebanyakan yang sudah saya ceritakan seperti itu enggak jadi untuk mengubahnya,” pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020