Tips Aman Motoran di Kondisi Angin Kencang

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pengendara motor melintas saat hujan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/2/2022).  Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pengendara motor melintas saat hujan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/2/2022). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Hujan dengan angin cukup kencang melanda kawasan DKI Jakarta, Kamis (9/2). Tentunya, ini perlu diwaspadai oleh para pengguna jalan terutama pemotor sebab risiko bahaya di jalan semakin besar.

Instruktur keselamatan berkendara yang juga pendiri Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) Jusri Pulubuhu mengungkapkan, angin yang bertiup cukup kencang dapat membuat keseimbangan terganggu sehingga pengemudi motor bisa oleng.

“Ada terpaan angin itu bisa membuat benda atau barang di pinggir jalan menumbuk langsung pemotor. Pengemudi harus bijak untuk menyikapi hal ini. Salah satunya tidak menambah kecepatan agar bisa membelah angin,” ujarnya saat dihubungi kumparan.

Kunci Setang Motor ke Kanan Foto: Alfons Yoshio/kumparan

Ketika memuntir gas dalam-dalam, ban bisa kehilangan traksi dikarenakan terdorong tiupan angin. Kendali motor juga bisa tidak seimbang karena ban depan bisa berbelok sendiri mengikuti angin.

“Ini terjadi secara tidak disadari. Ban depan merupakan pusat kontrol dan kendali makanya harus diperhatikan daya cengkramnya. Kalau diterpa angin yang sangat kencang, itu akan membuat dampak seperti aquaplaning yaitu ban terangkat dari jalan. Apalagi ditambah dengan hujan makin tinggi risiko aquaplaning-nya,” katanya.

Beberapa pengendara motor mengenakan jas hujan plastik saat melintas di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Ketika kemudi sudah terasa goyah karena angin, pengemudi bisa melakukan perlambatan dan menyeimbangkan kembali kendaraannya. Ia menyarankan pemotor berhenti dan tidak melakukan perjalanan terlebih dahulu bila situasinya makin tidak kondusif.

“Kalau angin dirasa kencang dan tidak bisa melanjutkan perjalanan jangan dipaksakan. Berhenti di tempat aman. Perlambatannya juga jangan mendadak. Nyalakan sein, tengok kanan kiri dan pastikan tidak ada kendaraan yang melintas,” ujarnya.

Sejumlah pengendara motor berteduh dari hujan di bawah kolong proyek LRT kawasan Jakarta Timur (2/21). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pemotor bisa evakuasi ke gedung parkir atau bangunan yang kokoh sehingga terhindar dari papan reklame, pohon, tiang atau material lain yang bisa ambruk terkena angin kencang.

“Kalau di halte biasa itu rentan sekali terkena angin kencang. Apalagi kebiasaan meneduh di bawah flyover atau underpass itu sangat salah bisa menimbulkan celaka. Lebih baik meneduh di pertokoan atau minimarket pinggir jalan sebab lebih aman,” pungkasnya.

video youtube embed