kumparan
6 Sep 2018 9:06 WIB

Toyota Fortuner dan Rush Buatan Indonesia Laris Manis di Luar Negeri

Toyota rayakan capaian 1 juta unit ekspor (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengekspor secara utuh sejumlah model ke sejumlah negara. Pada periode Januari hingga Juli 2018, sudah ada 117.200 unit mobil berlogo Toyota yang terkirim ke mancanegara.
ADVERTISEMENT
Targetnya pada tahun ini, 217 ribu unit kendaraan roda empat berlogo Toyota yang diekspor, atau dalam kata lain masih tersisa 99.800 unit lagi yang harus terkirim.
"Tahun ini kami ingin mecapai 217 ribu dan kami harap dari tahun ke tahun ekspor produk kami yang diproduksi oleh TMMIN dan ADM (PT Astra Daihatsu Motor) terus meningkat, paling tidak 10 persen setiap tahun," ungkap Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono, di Tanjung Priok, Rabu (5/9).
Dari 9 model yang dikapalkan, Toyota Fortuner yang diproduksi di pabrik Toyota Karawang Plant 1 mendominasi volume ekspor sebesar 30.900 unit. Bila diakumulasikan sejak pengiriman pertama pada tahun 2006, lebih dari 410 ribu Fortuner telah melanglang buana di negara-negara Asia dan Timur Tengah.
Toyota rayakan capaian 1 juta unit ekspor (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
Sisanya, menyusul mobil bergelar sejuta umat atau Avanza sebesar 21.900 unit, Agya 17.000 unit, Vios 15.800 unit, Kijang Innova 4.200 unit, serta gabungan Sienta, Yaris dan Townace sebesar 14.600 unit.
ADVERTISEMENT
Namun jangan lupakan Toyota Rush. Volume ekspor Low SUV pada paruh pertama tahun ini mencapai 12.700 unit. Hal ini karena perluasan negara tujuan ekspor yang sebelumnya Malaysia, tetapi mampu menjangkau beberapa negara di Asia, Amerika Latin, dan Afrika.
Toyota Rush (Foto: Dok. TAM)
"Rush itu salah satu produk Toyota brand yang diproduksi Daihatsu, jadi Rush itu mulai market besar di tahun ini terutama Filipina, Afrika dan Amerika Latin. Jadi sebenarnya secara market area itu hampir dekat dengan Fortuner, dan volumenya sekitar 1.500 hingga 2.000 unit per bulan," tambah Warih.
Mengejar sisa target ekspor yang kurang dari setengahnya, TMMIN optimistis mampu mencapai pertumbuhan ekspor hingga 10 persen.
"Pada umumnya tren ekspor di semester dua lebih baik daripada semester pertama, oleh karena itu kami optimistis bisa mencapai pertumbuhan ekspor sebesar 10 persen seperti yang kami targetkan di awal tahun," jelas Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Edward Otto Kanter.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan