Toyota Indonesia Siap Sambut Ekspor 3 Juta Unit di September 2025

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivitas ekspor mobil buatan Toyota Indonesia. Foto: dok. TMMIN
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas ekspor mobil buatan Toyota Indonesia. Foto: dok. TMMIN

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dikatakan tengah bersiap menyambut momen penting selama eksistensinya di industri otomotif Tanah Air. Pabrikan mengungkapkan perjalanan menuju ekspor 3 juta unit.

Ditemui saat sela perayaan produksi 9 juta unit kendaraan Daihatsu, Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto mengatakan capaian tersebut diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat. Pihaknya menargetkan bulan depan.

"Nanti kira-kira (seremoni 3 juta unit ekspor) akan dilaksanakan Oktober 2025. Sebenarnya kalau pas 3 juta unit mungkin pas bulan September 2025 ya," buka Nandi di Sunter, Jakarta Utara belum lama ini.

Angka tersebut merupakan kumulatif sejak Toyota pertama kali melakukan pengiriman unit secara utuh atau Completely Built Up (CBU) pada 1987 silam. Kala itu, Brunei Darussalam sebagai negara tujuan pertama lewat model Kijang.

Ekspor mobil Toyota Indonesia. Foto: dok. Toyota Indonesia

"Iya, ini pertama kalinya produsen otomotif Indonesia mencapai ekspor 3 juta unit," imbuh Nandi seraya menjelaskan bahwa pencapaian tersebut menandakan posisi Toyota Indonesia sebagai manufaktur otomotif terbesar di dalam negeri.

Data terbaru yang diungkapkannya beberapa waktu lalu, total ekspor yang dilakukan Toyota Indonesia telah mencapai sekitar lebih dari Rp 2,8 juta unit. Bila melihat performa tersebut, bukan perkara mustahil untuk mencapai 3 juta unit pada bulan depan.

Pada 2004, TMMIN dipercaya menjadi basis produksi platform IMV untuk model Kijang Innova. Sejak saat itu ekspor Toyota melonjak menjadi 7.000 unit per tahun. Kemudian mencatat volume ekspor tahunan menjadi 100 ribu unit pada 2012.

Seiring waktu berkembang pesat mencakup berbagai model seperti Fortuner, Innova, Vios, hingga Yaris. Lebih lanjut pada 2016, rata-rata ekspor kendaraan utuh Toyota mencapai 12 ribu unit per bulan, dengan kontribusi 85 persen dari total ekspor mobil CBU dari Indonesia.

Ekspor mobil Toyota Indonesia. Foto: dok. Toyota Indonesia

Pecah telur pada tahun 2018 ketika jenama Jepang itu merayakan capaian 1 juta unit ekspor dengan volume pengkapalan model sebanyak 200 ribu unit. Kini, komoditas produk CBU Toyota kian beragam setelah mampu membuat lokal kendaraan elektrifikasi.

Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross merupakan produk elektrifikasi buatan dalam negeri yang diterima baik di pasar ekspor sejak 2022 seperti di Filipina, Thailand, Vietnam, Qatar, Arab Saudi, Peru, hingga Venezuela.

Ada lonjakan pada 2024 sebesar 111 persen dengan total 18.553 unit dibanding pengiriman ke luar negeri selama 2023 yang baru sejumlah 8.792 unit model elektrifikasi. Rinciannya Innova Zenix Hybrid 11.790 unit dan Yaris Cross Hybrid sebanyak 6.763 unit.

"Negara tujuan ekspor sudah lebih dari 80 negara. Kalau hybrid sebenarnya juga naik, Filipina terus naik. Kenaikan ekspor hybrid kita malah lebih besar daripada kenaikan hybrid domestik," ucap Nandi ketika dijumpai pada kesempatan terpisah.