Toyota Innova Bensin Bekas Naik Daun Imbas Harga Solar Non Subsidi Melonjak

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Kijang Innova Zenix bensin tipe G. Foto: dok. TAM
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Kijang Innova Zenix bensin tipe G. Foto: dok. TAM

Kenaikan harga BBM solar non subsidi mulai memengaruhi pola belanja konsumen di pasar mobil bekas. Sejumlah pengguna mobil diesel disebut mulai melirik kendaraan bensin, terutama di segmen MPV dan SUV keluarga.

Penggawa lapak di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Peter, mengatakan perpindahan konsumen umumnya masih berada di model yang sama. Artinya, mereka tidak langsung beralih ke mobil listrik, melainkan memilih versi bensin dari kendaraan yang sebelumnya digunakan.

“Mobil biasanya mereka enggak terlalu jauh gantinya kalau yang punya diesel. Semisal sebelumnya pakai Innova diesel pasti dia carinya ya Innova lagi yang bensin atau upgrade ke Zenix,” ujarnya kepada kumparan, Jumat (8/5).

Kijang Innova lansiran 2011 tipe G bensin. Foto: WTC Mangga Dua

Menurut Peter, Toyota Innova Zenix bensin menjadi salah satu model yang cukup banyak dicari belakangan ini. Selain menawarkan efisiensi lebih baik, model tersebut juga dianggap lebih modern.

“Toyota Innova Zenix bensin yang tahun 2024 itu pasarannya sekitar Rp 340 jutaan yang bekas,” katanya.

Di bawah segmen tersebut, konsumen juga masih banyak memburu Toyota Kijang Innova bermesin bensin dengan harga lebih terjangkau. Unit tahun muda disebut masih cukup mudah ditemukan di pasar.

“Kalau yang harganya di bawah Rp 300 juta bisa dapat yang Innova tipe V bensin tahun 2021. Pasarannya Rp 290 juta sampai Rp 300 jutaan lah,” ucap Peter.

Kijang Innova lansiran 2011 tipe G bensin. Foto: Istimewa

Sementara untuk konsumen dengan bujet lebih rendah, pilihan unit lawas masih cukup tersedia. Menariknya, model yang ditawarkan dinilai belum terlalu tua untuk ukuran mobil keluarga.

“Kalau Innova bensin di bawah Rp 250 juta dapat tipe G tahun 2020. Atau tipe V tahun 2016 atau 2017 jadi masih enggak terlalu tua,” jelasnya.

Fenomena ini menunjukkan kenaikan harga solar non subsidi mulai menggeser preferensi sebagian pengguna diesel. Namun, mayoritas konsumen disebut masih memilih kendaraan konvensional berbahan bakar bensin dibanding langsung berpindah ke mobil listrik.

Di sisi lain, model seperti Innova tetap menjadi pilihan utama karena dianggap memiliki kenyamanan, daya tahan, serta jaringan purna jual yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia.