Toyota Kaji Kesiapan Penuhi Target TKDN Mobil Listrik 60 Persen

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perakitan mobil di Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang, Jawa Barat. Foto: Dok. TMMIN
zoom-in-whitePerbesar
Perakitan mobil di Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang, Jawa Barat. Foto: Dok. TMMIN

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) masih mengkaji kesiapan perusahaan dalam memenuhi target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen sesuai ketetapan pemerintah.

"Kami masih terus melakukan kajian terkait target tersebut, termasuk berdiskusi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain," jelas Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026).

Aturan mengenai batas kandungan lokal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023. Pemerintah menetapkan target TKDN untuk tahun ini sebesar 40 persen.

Angka tersebut akan naik secara bertahap menjadi 60 persen pada periode tahun 2027-2029. Selanjutnya, target kandungan lokal kendaraan ramah lingkungan ini dipatok mencapai 80 persen pada tahun 2030.

Mobil Toyota bz4x ditampilkan saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Selain itu, kami melihat kesiapan dan berbagai aspek yang diperlukan untuk dapat memenuhinya," imbuhnya singkat.

Pada akhir tahun 2025, TMMIN sudah memproduksi mobil listrik bZ4X di pabrik Karawang, Jawa Barat. Dari data Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kementerian Perindustrian (P3DN Kemenperin), TKDN model tersebut sudah mencapai 40 persen.

Model bZ4X terdaftar dalam sertifikasi itu dengan kode XEAM11R-DWDHQW 4X2 A/T. Sumber tenaganya tercatat menggunakan baterai Lithium-ion sebesar 73.1 kWh.

Toyota bZ4X rakitan lokal saat ini dijual dengan harga Rp 799 juta hingga Rp 889 juta On the Road (OTR Jakarta). Harga ini lebih murah dibandingkan saat model tersebut dipasarkan dalam Completely Built Up (CBU) yang dibanderol Rp 1,190 miliar.

Baterai kendaraan elektrifikasi, mobil hybrid Toyota yang telah dibuat di Indonesia. Foto: Sena Pratama/kumparan

Sebelumnya, Toyota telah menjalin kemitraan dengan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) yang salah satu tujuannya untuk mendongkrak besaran TKDN ke 80 persen.

Kolaborasi ini berfokus pada pembuatan baterai secara lokal mulai dari tingkat sel hingga modul. Proses manufaktur yang sebelumnya hanya perakitan baterai dan tercatat berkontribusi sekitar 8 persen terhadap TKDN.

Langkah ini sekaligus mempertegas posisi baterai sebagai komponen paling krusial dalam meningkatkan TKDN kendaraan elektrifikasi. Nilai tambah terbesar dari sebuah mobil ramah lingkungan berada pada sektor baterai yang selama ini masih bergantung pada pasokan impor.

"Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, Toyota memang memiliki kerja sama dengan CATL. Untuk detail mengenai implementasi kerja sama tersebut, termasuk penggunaannya pada produk Toyota, akan kami informasikan lebih lanjut pada waktu yang tepat," tutup Nyoman.