Toyota Klaim Bioetanol E100 di Mobil Hybrid Emisi Karbonnya Hampir Nol Persen
·waktu baca 2 menit

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengungkapkan penggunaan bahan bakar bioetanol E100 efektif dalam menekan emisi karbon.
Hal tersebut sudah diuji lewat Kijang Innova Zenix Hybrid Flexy Fuel Concept. “Ya bisa mendekati 0 persen (emisinya), ya tinggal emisi kecil-kecilan lah hampir almost zero, ya, yang E100,” kata Bob di sela-sela acara GIIAS beberapa waktu lalu.
Soal kesiapan, Bob menjelaskan Toyota sudah menyiapkan teknologinya sejak lama. Pada GIIAS 2023 Toyota juga sudah mengenalkan Fortuner yang mampu menenggak bahan bakar E100.
“Bioetanol itu memang bahan bakar masa depan karena kita ingin bangun namanya positif cycle. Jadi kalau otomotif naik bahan bakar yang dipakai ikut mensejahterakan petani,” katanya
“Jadi jangan sampai otomotif naik bahan bakarnya impor, akibatnya subsidi jadi naik. tapi kalau misalnya biosolar, bioetanol itu bisa meningkatkan daya beli petani, petani nanti beli mobil lagi itu namanya positif cycle,” lanjut Bob.
Saat ini pemerintah baru menyediakan etanol sebanyak 5 persen untuk dalam negeri, yang menjadi campuran produk bahan bakar Pertamax Green 95.
Sebagai alternatif, Bob punya gambaran untuk memenuhi kebutuhan etanol, pemerintah bisa melakukan trade off. Bisa ditukar dengan barang-barang yang diekspor dengan impor etanol, sambil menyiapkan perkebunan ke depan untuk melakukan substitusi.
Penggunaan etanol saat ini sudah digunakan hampir seluruh dunia. Banyak negara yang sudah mencampur bensin dengan etanol.
Komposisinya ada yang dicampur dengan lima persen etanol, ada juga yang 10 persen. Sedangkan mesin yang diproduksi Toyota sudah mampu menenggak bahan bakar E20 tanpa mengubah mesin yang ada.
Kerja sama dengan Pertamina
Terkait bahan bakar bioetanol E100 Toyota juga bekerja sama dengan Pertamina. Pada acara GIIAS 2024 Toyota melakukan pengisian perdana hingga test drive penggunaan bioetanol yang dibuat dari batang tanaman sorgum.
Senior Vice President Technology Innovation PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengungkapkan, untuk test drive yang digelar di GIIAS 2024, Pertamina memproduksi sebanyak 150 liter bioetanol dari ampas biomasa, yaitu batang tanam sorgum.
