Toyota Minta Pemerintah Juga Kasih Perhatian Mobil Hybrid
ยทwaktu baca 3 menit

Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmy Suwandy berharap pemerintah menaruh perhatian yang sama untuk mobil hybrid layaknya mobil listrik murni atau BEV.
Pemerintah memang tengah getol mendorong pertumbuhan penjualan dan penggunaan mobil listrik. Berbagai cara melalui kebijakan-kebijakan dikeluarkan guna menggenjot populasi mobil setrum di dalam negeri.
Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar, Anton beralasan kontribusi penjualan mobil hibrida Toyota, termasuk Lexus tahun lalu terbilang mengesankan. Pertumbuhannya hingga ratusan persen.
"Jadi kalau kita bandingkan dengan tahun sebelumnya (2022), naik 750 persen. Kemudian kalau kita bandingkan dengan total penjualan Toyota tahun lalu, 11,1 persennya adalah elektrifikasi," ujar Anton di Jakarta belum lama ini.
Sebelum tahun 2023, penjualan lini elektrifikasi Toyota yang produknya didominasi oleh hybrid kontribusinya tidak sampai tiga persen. Namun, sepanjang tahun lalu naik signifikan menjadi 11,1 persen.
"Kalau dulu itu satu koma atau dua koma, kini sudah bisa mencapai 11 persen tahun 2023 lalu. Kemudian ditambah market xEV itu sendiri Toyota mendominasi 52,8 persen, xEV itu terdiri hybrid, PHEV, termasuk BEV (mobil listrik)," tukas Anton.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor atau Gaikindo, Toyota dan Lexus selama 2023 sudah menjual secara wholesales-pabrik ke diler-dengan total 36.636 unit. Rinciannya Toyota sebanyak 35.418 unit dan Lexus 1.218 unit. Berikut detailnya.
Toyota
Toyota Innova Zenix Hybrid 27.705 unit
Toyota Yaris Cross Hybrid 5.476 unit
Toyota Corolla Cross Hybrid 1.217 unit
Toyota Camry Hybrid 494 unit
Toyota Alphard Hybrid 360 unit
Toyota Corolla Altis Hybrid 128 unit
Toyota C-HR Hybrid 37 unit
Toyota Vellfire Hybrid 1 unit
Total 35.418 unit.
Lexus
Lexus ES300h 187 unit
Lexus RX350h 813 unit
Lexus LM Hybrid 341 unit
Lexus RX500h 46 unit
Lexus UX250h 10 unit
Lexus LS500 Hybrid 8 unit
Total 1.405 unit.
"Terakhir bagaimana kita bisa bersama-sama berfikir untuk bagaimana kita tidak hanya meluncurkan BEV, tapi juga bagaimana kita bisa mendapatkan support dari pemerintah berkaitan dengan hybrid termasuk pabrik baterai serta produksi hybrid di Indonesia," jelas Anton.
Menurutnya, tahun 2024 akan menjadi periode yang lebih menarik untuk terus meluncurkan produk baru, terutama lebih banyak lagi mengisi lini elektrifikasi Toyota di Indonesia.
"Mungkin sekali lagi ya, kalau kita bicara multi pathway itu bagaimana kita sama-sama untuk mengurangi karbon atau karbon netral. Concern dan message dari Toyota adalah karbon menjadi musuh bersama dengan menyediakan produk elektrifikasi," pungkas Anton.
Sejalan dengan hal tersebut, TAM terus berupaya ikut mengembangkan ekosistem kendaraan elektrifikasi yang meliputi hybrid, plug-in hybrid (PHEV), sampai dengan mobil listrik murni (BEV). Misalnya, memasang charging station di jaringan diler Toyota.
"Jadi kita tidak anti terhadap produk apa pun, kita mencoba memberikan pilihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini dan membuat ekosistemnya," papar Anton.
***
