Toyota: Persebaran Mobil Hybrid dari Aceh Sampai Papua
·waktu baca 2 menit

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi mengungkap penyebaran mobil hybrid hampir merata di seluruh Indonesia.
“Jadi enggak cuma jumlah, tapi penyebaran dari hybrid ini sekarang sudah menyentuh dari Aceh sampai Papua. Jadi hampir seluruh pulau, provinsi, di Indonesia sudah tersentuh oleh produk hybrid,” kata Anton saat ditemui di Semarang belum lama ini.
Ini menandakan jenis kendaraan tersebut mudah diterima hingga konsumen di daerah. Bandingkan dengan persebaran mobil listrik (BEV) yang masih masif di Jakarta, yang kata Anton mencapai 60-70 persen, dan sisanya di Surabaya, Jawa Tengah, dan Bali.
“Mungkin kalau dijumlahkan Jawa plus Bali itu sudah hampir 80-90 persen, sisanya di tempat yang lain. Tapi kalau misalnya hybrid, mungkin di Jawa sekitar 50 persen maksimum sampai 60 persen, sisanya di luar, jadi penyebarannya cukup,” paparnya.
“Jadi bukan berarti kita katakan bahwa BEV enggak ada tren, BEV juga berkembang trennya dan kalau kita ditanya, kami juga tertarik lah untuk mengenalkan BEV selanjutnya selain bZ4X,” katanya.
Menurutnya Toyota realistis melihat kondisi infrastruktur, industri, dan penerimaan kendaraan berbasis listrik. Sehingga keputusan untuk memasarkan mobil hybrid terlebih dulu menjadi penting.
"Tapi tren ke depannya saya rasa nggak cuma hybrid, BEV, plug-in hybrid juga akan berkembang,” tuntasnya.
Mobil hybrid Toyota di Indonesia
Di pasar mobil hybrid PT TAM merupakan produsen yang punya line up terbanyak di Indonesia. Jenis mobil ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik ketimbang mesin konvensional, juga produksi emisi karbon yang lebih rendah.
Tak cuma dikirim secara utuh dari luar negeri secara CBU atau Completely Built Up , beberapa mobil hybrid Toyota sudah diproduksi di Indonesia yakni Innova Zenix dan Yaris Cross.
