Toyota Prediksi Market Share Naik di Tengah Penurunan Pasar Otomotif
·waktu baca 2 menit

Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor Anton Jimmy Suwandy mengatakan pasar otomotif nasional sulit mencapai satu juta unit pada tahun ini. Artinya meleset dari target Gaikindo yang memproyeksikan market bisa di atas 1 juta unit.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) sepanjang Januari-Juni 2024 mengalami penurunan 19,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Memang mengalami penurunan kalau lihat market retail 431 ribuan kalau dikali dua nggak sampai 900 ribu, cuma kalau ditanya saya masih percaya diri, masih bisa di atas 900 ribu karena ada pameran, daya beli, dan lainnya," kata Anton saat ditemui di ICE BSD, Tangerang belum lama ini.
Pameran seperti GIIAS dengan stimulus diskon dan program penjualan dengan benefit lebih untuk konsumen kata Anton bisa mem-boosting penyerapan produk otomotif nasional.
"GIIAS ini sangat banyak model-model baru keluar, saya rasa ini membuat animo masyarakat seperti sore hari biasa tapi parkir saja susah, banyak sekali masyarakat datang ke pameran ini," lanjutnya.
Selama periode paruh pertama tahun ini, Toyota masih bercokol sebagai pemimpin pasar dengan market share sebesar 31,8 persen untuk wholesales dan 32,5 persen secara penjualan retail.
Adapun sepanjang tahun lalu, pangsa pasar Toyota berhenti di angka 31,4 persen. Tahun ini pabrikan memproyeksikan bisa menaikkan market share menjadi 32,9 persen.
"Di luar itu kami bersyukur di tengah kompetisi berat masih bisa mempertahankan posisi market share nomor satu dan justru naik, peningkatan cukup lumayan. Mudah-mudahan ini bisa lanjut sampai akhir tahun," ungkapnya.
