Toyota Prediksi Penjualan Mobil 2024 Mentok di 900 Ribuan Unit

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Booth Toyota di GIIAS 2024.  Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Booth Toyota di GIIAS 2024. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy memprediksi penjualan mobil secara nasional akan mentok di 900 ribuan unit. Ini berdasarkan pengurangan penurunan pasar pada awal semester dua tahun ini.

“Kalau melihat beberapa bulan belakangan ya, bulan lalu kami sangat cukup happy lah. Bahwa tren penurunan dari pasar kan semakin oke lah ya situasi,” kata Anton saat ditemui di Semarang, beberapa waktu lalu.

“Jadi kalau kami lihat dari awal, penurunannya hampir di atas 15-20 persen, sekarang penurunan market itu sudah tinggal kira-kira 12 persen dan mungkin bisa turun terus ke 11, 10 hingga 9 persen,” lanjutnya.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler periode Januari-Juli mencapai 484.235 unit, sementara retail 508.050 unit.

Apabila rata-rata penjualan per bulan 75 sampai 80 ribu unit, maka sesuai pernyataan Anton, pasar akan berhenti di 900 ribuan unit.

“Jadi bagaimana supaya industri otomotif Indonesia bisa bertahan, mungkin harapan saya kira-kira 900-an ribu lah. Mungkin kira-kira market masih bisa bertahan,” tegasnya.

Suasana pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Dengan demikian akan sulit mencapai pertumbuhan yang lebih baik dari tahun lalu, di mana wholesales-nya mencapai 1,005 juta unit dan retail 998 ribuan unit.

“Tapi, at least nggak turun lebih dalam lagi, dan mudah-mudahan situasi sebentar lagi kan, nanti Oktober akan ada pelantikan presiden baru, kabinet baru, situasi politik juga semakin baik, semakin stabil,” tukasnya.

Anton menekankan, selain faktor di atas, ada banyak hal yang memengaruhi keputusan dalam pembelian mobil baru. Beruntung pada penghujung paruh pertama, ada pameran otomotif yang sedikit bisa memantik penjualan.

Hanya saja pasar masih dibayang-bayangi kondisi geopolitik dan kemungkinan peta kebijakan yang berubah. Sehingga terjadi wait and see untuk beberapa segmen.

“Karena kan pasti kesibukan, perhatian, fokus pasti banyak di politik. Jadi pasti itu membuat orang mempertimbangkan untuk membeli mobil baru atau mungkin budgeting, investasi pasti juga pasti pengaruh,” tuntasnya.