Toyota Punya Stasiun Pengisian Hidrogen 700 Bar Pertama di Indonesia
ยทwaktu baca 2 menit

PT Toyota Indonesia Motor Manufacturing (TMMIN) meresmikan stasiun pengisian daya hidrogen atau Hydrogen Refueling System (HRS) di Karawang, Jawa Barat. Ini merupakan perluasan dari xEV Center sejak tahun 2022.
Toyota Indonesia bekerja sama dengan pemerintah, BRIN, Pertamina, dan PLN mengembangkan fasilitas serta pembangunan ekosistem hidrogen di dalam negeri. Sekaligus upaya mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Bertempat di kawasan pabrik TMMIN Karawang 3, fasilitas HRS tersebut memerlukan waktu satu tahun untuk pembangunannya dengan melibatkan pemerintah, akademia, Pertamina, PLN, BRIN, TUV SUD, dan Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE).
Hidrogen dikatakan punya potensi besar sebagai sumber energi yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga merupakan elemen paling ringan dan melimpah di alam semesta. Hidrogen dapat ditemukan dengan mudah di air, udara, gas alam, maupun biomas seperti minyak nabati dan gas metana.
"Semangat refuelling the future pembangunan HRS ini merupakan representasi komitmen Toyota Indonesia dalam mendukung pemerintah dalam transisi energi. Fasilitas ini jadi yang pertama di Indonesia dengan kemampuan pengisian hidrogen 700 bar," kata Presiden Direktur TMMIN, Nandi Juliyanto.
Nandi menambahkan, adanya fasilitas HRS ini melengkapi portofolio teknologi multi-pathway Toyota selain daripada bahan bakar flexy fuel, hybrid, PHEV, dan tentunya FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) guna kurangi emisi.
Sebagai awal, teknologi HRS milik Toyota masih termasuk ke dalam klasifikasi grey hydrogen. Klasifikasi hidrogen didasarkan dari cara pembuatannya, ke depan Toyota akan bertransisi menuju penyediaan green hydrogen.
HRS milik Toyota merupakan yang pertama di Indonesia dengan kemampuan tekanan hingga 700 bar. Ini jelas lebih tinggi dibanding dengan milik PLN di Senayan yang kemampuan maksimalnya hanya mencapai 350 bar.
"Tahun lalu skalanya 350 bar, sekarang 700 bar. Dari kami sangat mendukung industri yang berupaya menurunkan emisi, ini salah satu upaya. Langkah luar biasa menghadirkan demonstrasi pembelajaran ke masyarakat," timpal Dirjen EBTKE ESDM, Eniya Listiani Dewi.
***
