Truk ODOL Meresahkan, Kemenhub Akan Percepat 'Zero ODOL'?

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menindak kendaraan yang overdimension overload (ODOL) di Gerbang Tol Tanjung Priok I, Jakarta Utara, Senin (9/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menindak kendaraan yang overdimension overload (ODOL) di Gerbang Tol Tanjung Priok I, Jakarta Utara, Senin (9/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kementerian Perhubungan memastikan program Zero ODOL yang dimulai pada Januari 2023, bakal sesuai jadwal. Jadi tidak akan dipercepat waktu penerapannya.

Demikian diungkapkan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi kepada kumparanOTO, Rabu (10/2). Pasalnya, keberadaan truk ODOL semakin meresahkan.

Seperti kasus terakhir kecelakaan di Kalimantan Timur, menyebabkan 4 orang meninggal dunia, dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

"Kalau percepatan tidak, karena kami sudah menyiapkan timeline di 2023," ucapnya.

Petugas mengevakuasi truk tronton bernomor plat KT 8534 AJ setelah mengalami kecelakaan di Turunan Rapak, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan, Jumat (21/1/2022). Foto: ANTARA FOTO/HO/Novi A

Normalisasi truk ODOL

Bersama dengan Korlantas Polri kata Budi, mereka terus bergerak untuk melakukan normalisasi, dimulai dari wilayah Banyuwangi.

"Kami akan menormalisasi kurang lebih 1.000 truk ODOL, dengan memotongnya. Dan program ini akan terus dilakukan," ucapnya.

Budi menyebutkan, dirinya bersama Kadishub Jawa Timur akan juga bergerak ke wilayah Lumajang dan seterusnya, untuk melakukan normalisasi ini.

Berdamai dengan masyarakat

Program normalisasi tersebut kata Budi, merupakan salah satu inisiatif dari pihak Asosiasi. Mereka sadar akan efek negatif dari truk ODOL.

"Mereka kerap berkonflik dengan masyarakat yang menggunakan jalan kelas tiga. Mereka ingin berdamai dengan masyarakat," tuturnya.