Tutup Pabrik Indonesia, Nissan Justru Makin Perkasa di Thailand

Nissan Motor berencana mempekerjakan 2.000 orang karyawan baru, untuk meningkatkan produksi di Thailand. Memang ini merupakan hasil dari perombakan bisnis global Nissan, yang berimbas sangat positif terhadap Negeri Gajah Putih.
Presiden Nissan Motor Thailand Ramesh Narasimhan menyebut, proses perekrutan dimulai bulan ini, dan dilakukan secara bertahap.
Hingga akhir Maret, Nissan Thailand memiliki 4.171 karyawan. Lewat penambahan karyawan yang hampir 50 persen, menunjukkan produksi Nissan di Thailand bakal meningkat signifikan.
"Peningkatan produksi terjadi seiring dengan pertumbuhan bisnis ekspor, khususnya untuk Kicks (SUV berbasis listrik) dan Navara (truk pikap)," kata Narasimhan.
Investasi dan terbukanya lapangan kerja baru ini, bakal memberikan kontribusi positif terhadap rantai pasok otomotif, dan perekonomian Thailand.
Nissan Thailand pusat ekspor Global, tah hanya ASEAN
Pada November 2019, Nissan mengumumkan rencana investasi sampai 10 miliar baht atau setara Rp 4 triliun, selama tiga tahun mulai 2020.
Alokasinya buat meningkatkan produksi kendaraan berteknologi e-Power --sistem hybrid andalan Nissan. Namun, Nissan telah mengharapkan peningkatan produksi terjadi lebih cepat.
Sejauh ini, total volume produksi Nissan di Thailand di dua pabriknya mencapai 1167.000 unit, itupun pada 2018 lalu. Sementara kapasitas terpasangnya mencapai 370.000 unit.
Ditutupnya pabrik Indonesia dan Spanyol, membuat Nissan Thailand tak hanya jadi basis ASEAN, tapi juga global. Seperti Nissan Kicks yang dijual di pasar Jepang diekspor dari sana.
Nissan Hengkang dari Indonesia
Pabrikan asal Jepang tersebut terpaksa menutup pabriknya di Indonesia, dan berencana menarik diri sepenuhnya dari kegiatan produksi, seperti dikutip dari Nikkei Selasa (20/10).
Bahkan, upaya memperluas penjualan lokal lewat merek Datsun, juga menemui kegagalan. Kini, Thailand lah yang menjadi satu-satunya basis produksi skala besar Nissan di Asia Tenggara.
Kini Nissan di Indonesia hanya menjual mobil impor, dan satu yang diproduksi lokal yaitu Nissan Livina, yang notabene digarap PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), yang kini menjadi aliansi.
