UAM, Pesawat Otonom Hyundai yang Bakal Beroperasi di IKN
·waktu baca 2 menit

Vice President - Head of Smart City Innovation Group Hyundai Motor Company Hyeyoung Kim memberikan progres kolaborasi pabrikan dalam proyek Smart City di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hyundai akan membangun ekosistem mobilitas Advanced Air Mobility (AAM).
AAM adalah moda transportasi udara yang beroperasi terotomatisasi. Bentuknya seperti pesawat namun bisa terbang secara vertikal menyerupai drone. AAM bisa mendarat dan take-off dari HUB 2.0 yang berada di bagian atas bangunan apartemen atau perkantoran.
“Kami sedang melakukan sejumlah langkah, kami sedang mendengar dan kerjasama dengan pemerintah terakait ekspektasi dari mereka dalam pengembangan Smart City di IKN,” tutur Kim saat ditemudi di Seoul belum lama ini.
AAM Business Planning & Execution Team Hyundai Motor Company Kim Hyong Jun menjelaskan AAM merupakan sebuah definisi yang dibuat oleh NASA.
“Tiga tipe dari Air Mobility, pertama adalah Advanded Air Mobility, yang terbagi dalam kategori Urban Air Mobility (UAM), dan Regional Air Mobility,” kata Jun.
Kendaraan ini, menurut Jun bisa mengatasi empat isu pada kemacetan dan polusi. Bila ini terealisasi, pasar UAM akan menembus 1,5 juta dolar AS pada 2040.
“Ini akan menjadi pasar yang tumbuh pesat dibanding sektor industri lainnya. Sehingga banyak perusahaan yang berlomba-lomba masuk ke pasar ini,” katanya.
UAM ini bisa diimplementasikan ke sektor transportasi, logistik, serta digunakan untuk layanan publik seperti kesehatan atau petugas pemadam kebakaran.
Sementara itu divisi Urban Air Mobility akan berada di unit usaha Supernal Hyundai Motor Group yang berbasis di Amerika Serikat. Layanan UAM mulai mengudara pada tahun 2028 .
