kumparan
7 November 2019 9:05

Unit Semata Wayang Renault 19 Cabriolet di Indonesia

Renault 19 Cabriolet
Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal
Bagi para pecinta atau kolektor mobil klasik, memiliki sebuah mobil klasik yang sangat langka, tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Populasinya yang sedikit dan belum tentu bisa dimiliki oleh semua orang, bisa dibilang menjadi salah satu alasannya.
Ya, hal itu pula yang rupanya mendasari seorang Irvin Patmadiwiria ketika hendak meminang sebuah Renault 19 Cabriolet yang terparkir di salah satu bengkel temannya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
“Pas saya pertama lihat mobil ini, wah saya tahu ini mobil jarang ada dan cabriolet pula. Saat itu, saya sudah membayangkan tuh, wah kalau naik ini mobil pasti akan banyak orang yang bertanya mobil apa tuh, itu jadi kebanggan tersendiri” tutur Irvin saat ditemui oleh kumparan beberapa waktu lalu.
Renault 19 Cabriolet
Tampilan belakang Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Irvin yang kala itu mengetahui bahwa populasi Renault 19 Cabriolet hanya ada 1 unit di Indonesia, mengaku langsung melakukan segala upaya untuk merayu sang pemilik agar melepas mobil kesayangannya tersebut.
Hanya saja, meluluhkan hati sang pemilik agar melepas mobil itu, rupanya bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan waktu hingga 2 tahun lamanya bagi Irvin untuk bisa memiliki mobil itu.
“Waktu itu saya selalu bilang sama temen saya itu, tolong kalau mobil ini mau dilepas, kabarin saya dulu. Alhamdulillah, setelah kurang lebih 2 tahun, akhirnya saya dikabari bahwa dia mau melepas mobil ini,” kenang Irvin.
Renault 19 Cabriolet
Tampilan depan Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Menurut Irvin, alasan dirinya rela sabar menunggu hingga 2 tahun tersebut, bukan hanya didasari populasinya yang sangat langka saja. Surat-suratnya yang lengkap dan resmi, serta bentuknya yang indah sebagai sebuah sedan cabriolet membuatnya sangat jatuh hati dengan mobil tersebut.
“Nah menariknya, kalau atap cabriolet itu dibuka, itu kan dia atapnya akan masuk semua ke belakang ya. Nah, di penutupnya itu ada semacam dua ‘gundukan’ gitu di bagian atasnya, itu keren banget jadi kaya supercar,” terang pria yang juga hobi balap mobil tersebut.
Renault 19 Cabriolet
Atap kanvas Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Setelah berhasil mendapatkan mobil buruannya tersebut, pekerjaan utama yang harus dilakukan Irvin adalah menghidupkan kembali mesinnya yang telah lama mati. Rusaknya beberapa komponen mesin dan kelistrikan, menjadi salah satu kendala Irvin dalam menghidupkan mesin mobil ini.
Mesin mobil yang awalnya injeksi pun, sempat dirinya ubah menjadi karburator 4barrel, dan kini telah dikembalikan menjadi injeksi dengan menggunakan ECU stand alone.
Renault 19 Cabriolet
Tampilan mesin Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Penggunaan ECU stand alone, tidak hanya membuat mobil ini bisa kembali menjadi injeksi saja, namun juga sukses membuat performa mobil ini meningkat tajam.
“Sekarang, ini mobil enggak cuma ganteng dan langka saja, tapi juga kencang,” beber Irvin.
Setelah permasalahan pada mesin berhasil diatasi, sektor eksterior pun menjadi langkah restorasi selanjutnya yang Irvin lakukan. Warna Renault 19 Cabriolet yang kala itu berkelir hitam dirinya ubah menjadi warna merah yang merupakan warna favoritnya.
Tidak hanya sekedar mengganti warna cat saja, beberapa bagian eksterior yang sudah tidak layak pun Irvin ganti dengan yang baru dan orisinil, seperti lampu depan dan belakang, bumper dan garnish pada bagian bagasi belakang.
Untuk mendapatkan itu semua, Irvin mengaku harus memesan langsung dari Inggris dan Perancis. Tidak lupa, velg bawaannya pun Irvin ganti dengan velg baru.
Renault 19 Cabriolet
Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Setelah bagian eksterior beres, bagian interior pun tidak luput untuk Irvin restorasi. Jok lama dan dashboard Renault 19 Cabriolet yang sudah tidak layak, Irvin bungkus kembali dengan bahan Alcantara dan kulit Nappa asli.
Ke depannya, Irvin mengaku sedang berencana mengubah gearbox manual Renault 19 Cabriolet tersebut menjadi otomatik. Tujuannya, agar semakin nyaman saat digunakan.
“Kopling mobil ini kan masih model lawas, masih kabel, jadi keras banget. Nah rencana saya sih, kalau ga ubah ke otomatik atau ubah ke model hidrolis transmisi manualnya,” tutup Irvin.
Renault 19 Cabriolet
Tampilan interior Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Modifikasi:
  • Bangun ulang mesin (F7P 1.8 liter DOHC) disertai dengan porting polish di Engine Block Autoworks
  • Kustom header 4-1 beserta knalpot di Engine Block Autoworks
  • Instalasi Stand Alone ECU (Haltech PS500) di Mandiri Motor
  • Tuning ECU dan Dyno di KS Nusa
  • Merapihkan interior dengan kulit Alcantara dan kulit Nappa di Golden Motor, Bandung
  • Cat bodi di Ghia Trias
  • Velg Borbet ring 16 inci
OTOHITZ Modifikasi
Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Galeri Foto:
Renault 19 Cabriolet
Tampilan depan Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Renault 19 Cabriolet
Tampilan belakang Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Renault 19 Cabriolet
Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Renault 19 Cabriolet
Tampilan interior Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Renault 19 Cabriolet
Tampilan interior Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Renault 19 Cabriolet
Speedometer Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Renault 19 Cabriolet
Tampilan dashboard Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Renault 19 Cabriolet
Tampilan interior Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Renault 19 Cabriolet
Tampilan interior Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Renault 19 Cabriolet
Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Renault 19 Cabriolet
Renault 19 Cabriolet Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan