Kumparan Logo
Wuling Almaz
Wuling Almaz

Upaya Wuling Meyakinkan Konsumen Indonesia

kumparanOTOverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wuling Confero S ACT Foto: Resnu Andika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wuling Confero S ACT Foto: Resnu Andika/kumparan

Tugas Wuling terbilang berat saat menjajaki bisnisnya di Tanah Air. Bukannya tanpa sebab, paling tidak ada pekerjaan rumah penting yang harus dikerjakan pabrikan.

Pertama soal kualitas dan durabilitas produk Tiongkok yang sering diasosiasikan negatif. Kemudian, sudah barang tentu pada waktu yang sama, Wuling harus bisa membangun kepercayaan konsumen sambil menghapus stigma tersebut.

Melihat proses produksi mobil Wuling Foto: Gesit Prayogi/kumparan

Kendati begitu, pabrikan seperti sudah menyadari hal itu. Beberapa kali mereka menegaskan bahwa memiliki rencana jangka panjang, bukan sekadar merek yang hit and run.

Ya pada tahun pertamanya, pabrikan berlambang lima berlian itu getol membangun puluhan jaringan penjualan dan purnajual di kota-kota besar. Tak tanggung-tanggung, semuanya memiliki konsep 3S (Sales, Service, dan Spare Part).

Artinya sebelum meluncurkan produk pertamanya, Wuling ingin menjamin dulu soal kesiapan ketersediaan suku cadang, layanan purnajual, serta fasilitas dalam rangka meningkatkan kualitas penjualan.

Peresmian Pabrik Wuling Motor Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

Bahkan sampai hal kecil sekalipun, diupayakan untuk kebaikan dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek baru itu.

Misalnya layanan Wuling Mobile Service (WMS), atau mudahnya seperti emergency road assistance. Layanan darurat 24 jam kepada seluruh konsumen Wuling.

"Di dalamnya ada spare part standar sampai aki baru, kompresor sampai generator ada. Pokoknya lengkap ya, termasuk juga kami bawa bensin, jadi misalnya ada yang butuh karena kehabisan bensin kami bisa bantu juga," kata Aftersales Director Wuling Motors, Taufik S. Arief.

video youtube embed

Mulai panen di tahun berikutnya

Upaya pembentukan kepercayaan tak cuma dari sisi kesanggupan layanan purnajual. Lewat model pertamanya, Wuling Confero, yang debut 3 Agustus 2017 lalu, mereka coba penetrasi, membuktikan produknya memiliki kualitas meski berbanderol rendah.

Hasilnya, selama 2017 ada 5.050 unit Wuling Confero terjual. Setahun berikutnya setelah meluncurkan Cortez dan Formo, Wuling seperti tidak lagi dipandang sebelah mata. Pangsa pasarnya perlahan tapi pasti meningkat dari 0,5 menjadi 1,5 persen di 2018. Penjualannya secara wholesales juga naik hampir tiga kali lipat.

Mobil Wuling tipe Cortez pada pameran GIIAS 2018 di ICE, BSD, Tangerang, Jumat (3/8). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Namun sebagai brand pendatang baru, Wuling enggan sesumbar, bahwa lewat produknya, mereka sudah menghapus asosiasi negatif yang melekat. Mereka lebih ingin konsumen yang langsung membuktikannya.

"Sampai saat ini tidak ada kendala, mau keliling dalam kota atau keluar kota, oke-oke saja enggak ada masalah,” ujar Soepardi, konsumen Wuling yang memboyong Confero 2018 lalu.

Memasuki tahun ketiga (2019-2020) Wuling sadar betul bahwa capaian ini mesti dirawat dengan baik. Minimal bisa mempertahankan dan maksimalnya meningkatkan tren penjualan. Atas dasar itu, kembali lahir produk unggulan mereka, Wuling Almaz.

Boleh dibilang pada model ini, Wuling sukses mendobrak pasar pada periode seribu hari pertama bercokol di Indonesia, menghadirkan SUV yang affordable dan lebih value for money.

Wuling Almaz Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Ini seperti strategi lanjutan setelah berhasil menggerus stigma brand Tiongkok. Maksudnya begini, ketika kepercayaan sudah di tangan, baru saatnya melancarkan penjualan juga pendekatan produk.

"Saat ini kami memiliki fokus untuk memberikan pengalaman berkendara bersama lini produk Wuling kepada para pelanggan. Selain itu, tetap berinovasi dalam menghadirkan beragam produk maupun layanan penjualan serta purna jual yang optimal bagi para konsumen ke depannya," jelas Media Relations Wuling Motors, Brian Gomgom.

Mari kita tunggu langkah Wuling selanjutnya.

kumparan post embed

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.