Update Pabrik Mazda di Indonesia, Kapan Rampung Dibangun?

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pabrik Mazda Foto: dok. Bangkokpost
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pabrik Mazda Foto: dok. Bangkokpost

PT Eurokas Motor Indonesia (EMI) sebagai distributor Mazda di Indonesia mengungkapkan pembangunan pabriknya masih dalam proses. Investasi yang dilakukan untuk pabrik jenama asal Jepang tersebut sebesar Rp 400 miliar.

Chief Operating Officer Mazda Indonesia Ricky Thio menjelaskan pabrik tersebut sudah mulai dibangun sejak Maret. “Kami sudah bangun, lagi bangun jalan, bangun tembok,” katanya beberapa waktu lalu di BSD, Tangerang.

Soal detail lokasi, EMI masih enggan mengungkapkannya. Namun mereka menginformasikan kalau lokasinya berada di kawasan Jawa Barat.

Ricky juga belum mengkonfirmasi kapan pabrik Mazda akan selesai dibangun dan mulai beroperasi. Menurutnya pembangunan pabrik berjalan dengan baik.

Mazda Perkenalkan CX-60 Pro di GIIAS 2024. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

“Nanti kalau sudah ada progresnya pasti kami undang teman-teman media untuk datang dan melihat langsung pabrik kami,” katanya.

Lebih lanjut, Ricky menjelaskan pabriknya itu tak hanya fokus merakit kendaraan, tapi nantinya akan menjadi pusat manufaktur mobil-mobil produksi Mazda.

“Kita bikin pusat assembling-nya, jadi bukan yang kita suruh orang jahit, makanya fasilitas infrastrukturnya ini butuh proses yang panjang kayak we built from scratch. Jadi nanti tempat ini hanya merakit mobil Mazda only, eksklusif,” ungkapnya.

Setelah pabrik beroperasi, Ricky bilang mobil yang akan di produksi adalah SUV kompak.

Pada acara yang sama, Marketing and Communications General Manager PT Eurokars Motor Indonesia (Mazda Indonesia) Paramita Sari menjelaskan pembangunan pabrik tersebut bukan hanya komitmen Mazda Indonesia tapi juga merupakan komitmen dari Mazda Motor Corporation Japan.

“Jadi, kita sangat serius tentang hal ini dan seperti yang kita ketahui juga, build quality Mazda itu selalu menjadi hal yang nomor satu.

Nah, kalau berbicara kualitas, tentu ada proses di dalamnya,” pungkasnya.