Wajib Tahu, 7 Kebiasaan Salah Bikin Motor Matik Cepat Rusak

kumparanOTOverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mencoba handling Honda BeAT 2020 Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mencoba handling Honda BeAT 2020 Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Motor matik menawarkan kepraktisan bagi pengendaranya. Ya, pengemudi cukup mengontrol gas dan tuas rem dalam mengoperasikannya.

Di samping kemudahannya, ternyata mengendarai motor matik tak bisa sembarangan, hal ini penting supaya motor tak cepat masuk bengkel.

Tanpa disadari kesalahan dalam mengendarai motor matik jadi kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Nah, agar motor matik kamu bisa berumur panjang, yuk simak 7 kesalahan yang perlu dihindari.

1.Menahan gas (RPM) motor matik saat macet

Kendaraan motor terjebak macet di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Perilaku salah pertama adalah menahan tuas gas saat di kemacetan. Mereka membuka gas sedikit namun laju motor tertahan oleh tuas rem.

Nah, jika sering dilakukan konsekuensinya adalah keausan pada komponen kampas kopling. Jika sudah begini, siap-siap merogoh kocek Rp 500 ribuan

2. Tuas rem selalu ditekan ketika berjalan

Sarung tangan motor. Foto: dok. AHM

Masih berkaitan dengan hal tadi, ada juga pengendara yang secara tidak sadar menempelkan jari pada tuas rem.

Selain lampu rem cepat putus, komponen kampas rem juga akan cepat aus sebelum waktunya.

3. Putar gas dalam-dalam di awal

Physical distancing di lampu merah. Foto: Pemkab Lamongan

Hal ini sering ditemukan ketika pengendara berhenti di lampu lalu lintas. Saat lampu berpindah ke hijau, pengendara matik langsung tancap gas dalam-dalam.

Kebiasaan ini bisa memicu kerusakan pada komponen v-belt, roller, dan pastinya konsumsi BBM akan boros.

4. Abai kebersihan komponen CVT

Boks CVT dan filter Yamaha Aerox Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

kebiasaan malas membersihkan atau mengecek komponen dalam CVT. Seperti yang diketahui, motor matik digerakkan oleh v-belt dan pulley.

Menjaga performa CVT perlu dilakukan agar gejala gredek saat akselerasi awal tak terjadi. Selain itu komponen kampas kopling juga akan tetap baik, nah jika bermasalah akan menimbulkan bunyi bising seperti decitan atau gesekan besi.

5. Malas ganti oli CVT

Buka baut tab oli transmisi'gardan dibawah CVT dengan kunci 12 mm. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Pemilik motor matik cenderung fokus hanya mengganti oli mesin saja. Padahal kualitas oli transmisi punya peran penting untuk menjaga komponen dalam CVT.

Penggantian oli CVT disarankan tiap 8 ribu km sekali. Namun, ketika motor digunakan menerjang banjir harus segera diganti.

6. Mematikan mesin dengan standar samping

Ilustrasi menurunkan standar samping Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Fitur side stand switch adalah fitur keamanan untuk mencegah motor menyala ketika standar samping masih turun. Tapi kehadiran fitur ini justru digunakan untuk mematikan mesin motor.

Ketika standar samping ditegakkan, mesin memang akan mati, tetapi instrumen lain seperti lampu depan belakang, speedometer tidak langsung mati. Nah, instrumen tadi butuh daya pada komponen aki.

7. Langsung menghidupkan mesin

Tampilan panel instrumen speedometer all new Yamaha NMax. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Terakhir dan yang paling banyak dilakukan adalah langsung menghidupkan mesin ketika kunci kontak ke posisi on.

Padahal seharusnya menunggu sampai indikator MIL (Malfunction Indicator Light) hilang. Ini bertujuan agar Anda bisa mengetahui apakah ada kerusakan pada motor.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

collection embed figure