Waspada Air Radiator Palsu, Bikin Mesin Jebol

30 Januari 2023 10:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Peralatan yang dibutuhkan untuk mengganti air radiator. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peralatan yang dibutuhkan untuk mengganti air radiator. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
ADVERTISEMENT
Air radiator merupakan salah satu komponen penting bagi mesin kendaraan. Fungsinya sebagai pendingin mesin guna menghindari risiko overheat.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, masih ada oknum nakal yang membuat dan mengedarkan cairan radiator palsu. Hal ini tentunya cukup meresahkan bagi masyarakat. Hal ini pun diamini oleh Product Manager PT Fuchs Lubricants Indonesia Reza Fadillah.
“Banyak sekali ditemui (air radiator palsu) di pasaran. Umumnya, mereka dibuat dengan air sumur dan tidak mengandung zat aditif sama sekali,” ungkapnya di Webinar MASPI ke-32 akhir pekan lalu.
Ilustrasi mengisi air radiator Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Zat aditif pada air radiator punya beragam fungsi seperti menghindari korosi, kavitasi, hingga deposit mineral pada saluran pendinginan. Selain itu, zat ini juga berperan sebagai pH buffers, defoamer, stabilizer dan denaturants.
“Zat aditif ini akan membentuk lapisan film pada material sebagai perlindungan korosi. Selain itu, menjaga cairan pendingin punya pH basa dan menetralkan asam yang terjadi saat mesin dimatikan. Deposit mineral juga bisa terlarut oleh cairan,” jelasnya.
Ilustrasi senyawa kimia etilen glikol (ethylene glycol). Foto: sulit.photos/Shutterstock
Selain itu, air radiator palsu juga tidak memiliki kandungan ethylene glycol maupun propilen glycol yang sangat dibutuhkan untuk mendinginkan mesin.
ADVERTISEMENT
“Cairan konsentrat radiator yang baik umumnya mengandung kandungan glikol sebesar 90 persen. Zat ini berfungsi agar cairan yang bersirkulasi tidak membeku dalam suhu yang sangat dingin dan menguap dalam suhu yang sangat panas,” katanya.
Ilustrasi mesin mobil mengalami overheat. Foto: carvillesautomart.com
Bila menggunakan air radiator palsu, mesin mempunyai potensi overheating yang sangat tinggi. Komponen seperti silinder liner juga bisa mengalami kerusakan akibat kavitasi.
“Kavitasi terjadi pada temperatur tinggi sehingga terjadi penurunan dan kenaikan tekanan dengan sangat cepat. Kenaikan membentuk gelembung uap, penurunan menyebabkan gelembung itu pecah,” ujarnya.
“Ketika pecah nanti dia akan menyebabkan lubang-lubang kecil pada silinder mesin. Lama-lama, air radiator akan turun dan tercampur dengan oli karena silinder liner-nya sudah tergerus. Biaya perbaikan pun jadi mahal,” sambungnya.
Tuang air radiator baru ke dalam reservoir sampai batas upper atau full. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Oleh karena itu, Reza menyarankan pemilik kendaraan untuk membeli cairan radiator di bengkel resmi atau tepercaya. Konsumen juga bisa melihat dari kondisi kemasan maupun cairannya yang kadang sedikit berbeda dari biasanya.
ADVERTISEMENT
“Kadang, cairannya itu bisa berubah warna sendiri. Kadang, kemasannya ada yang kurang rapi. Intinya, kalau bisa membeli di tempat tepercaya saja,” pungkasnya.