Waspada, Bahayanya Pakai Sandaran Penyangga Punggung Pada Jok Mobil

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyangga Punggung pada Jok Mobil. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penyangga Punggung pada Jok Mobil. Foto: dok. Istimewa

Posisi mengemudi jadi salah satu faktor penentu kenyamanan dan keselamatan, bagi seorang pengemudi sebelum mengendarai mobil. Idealnya, posisi haruslah nyaman, serta tidak terlalu tegak atau terlalu rebah.

Akan tetapi, tidak jarang beberapa pengemudi justru menggunakan bantal atau sandaran penyangga punggung pada joknya. Alasannya pun beraneka macam, ada yang untuk kenyamanan dan ada juga untuk kesehatan.

Terlepas dari apa pun alasannya itu, rupanya penggunaan bantal atau sandaran penyangga punggung itu tidaklah dianjurkan. Senior instructor Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan hal itu justru bisa sangat berbahaya bagi seorang pengemudi.

Itu sangat berbahaya, karena ketika pengemudi mengalami tabrakan dari belakang, maka akan ada inersia yang diserap oleh kepala kita yang bobotnya berat," jelas Jusri.

Ketika hal itu terjadi, lanjut Jusri, maka pengemudi itu akan mengalami yang namanya whiplash. Adapun fenomena whiplash tersebut, sangat berbahaya terhadap tulang leher, bahkan bisa saja menyebabkan leher patah.

"Kepala akan maju ke depan, sedangkan badan kita yang lebih berat dari kepala akan tetap di belakang. Lalu pada saat titik tertentu, kepala ini akan kembali ke belakang, karena badan sudah menyusul akibat momentum," terang Jusri.

video youtube embed

Karena itu, apa pun alasannya Jusri mengimbau sebaiknya hindari menggunakan bantal atau alat apa pun pada jok seorang pengemudi. Tidak hanya pada punggung saja, namun juga pada leher, atau bagian dudukan.

"Kalau itu nyaman dan aman, pasti semua pabrikan mobil sudah jadikan itu aksesori atau perangkat tambahan. Nah karena itu tidak aman, makanya tidak ada yang mengadakan itu," tambah Jusri.

Posisi mengemudi Toyota Corolla Cross. Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

Terakhir Jusri mengingatkan, syarat utama posisi mengemudi yang aman dan benar, adalah posisi punggung dan kepala pengemudi harus selalu menempel pada sandaran jok dan sandaran kepala. Selanjutnya pastikan salah satu tangan pengemudi bisa menjangkau titik terjauh setir, yakni pada arah jam 12.

Sebab, bila punggung dan kepala pengemudi tidak menempel pada jok, maka akan sangat berbahaya karena bisa menurunkan tingkat konsentrasi dan meningkatkan potensi cedera saat terjadi kecelakaan.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

collection embed figure