Woven City: Cara Toyota ‘Menenun’ Masa Depan di Kaki Gunung Fuji

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dok. Toyota Motor Corporation.
zoom-in-whitePerbesar
Dok. Toyota Motor Corporation.

Bagi orang Jepang, Gunung Fuji bukan sekadar gunung biasa. Ia adalah simbol yang melibatkan unsur spiritual, budaya, dan identitas nasional. Pun bagi Toyota, sejumlah fasilitas penting mereka ada di sekitar itu, salah satunya Fuji Speedway.

Kini area sebuah pabrik Higashi-Fuji berubah menjadi ‘laboratorium hidup’ bernama Toyota Woven City. Letaknya di Kota Susono, Prefektur Shizuoka. Di lahan seluas lebih dari 70 hektare proyek pengembangan solusi mobilitas Toyota dilakukan di kaki Gunung Fuji tersebut.

"Higashi-Fuji menjadi salah satu fasilitas yang terdampak akibat gempa Jepang tahun 2011. Fasilitas ini dipindah dan kini direkonstruksi kembali sebagai Woven City,"

Woven City merupakan realisasi dari visi perusahaan untuk bertransformasi menjadi perusahaan mobilitas. Kala itu di gelaran CES 2018, Akio Toyoda berucap mengenai rencana membangun sebuah kota mandiri yang menjadi pusat kolaborasi antara inovator, teknologi, dan warganya itu sendiri.

Semangat kolaborasi ini tak lepas dari filosofi Kakezan. Dan dari sinilah berbagai teknologi untuk memberikan kemudahan bagi seluruh warga Jepang dan dunia akan lahir.

instagram embed

Filosofi Kakezan yang berarti "perkalian" menjadi mesin utama di Woven City. Di sini, inovasi tidak lahir dari satu pihak saja, melainkan hasil pengalian kekuatan antara para Inventors (ilmuwan dan startup) dengan para Weavers (penghuni dan pengunjung).

Para penghuni dapat memberikan feedback secara real-time terhadap teknologi yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan siklus pengembangan yang cepat dan akurat.

Untuk mendukung ekosistem ini, Toyota membangun infrastruktur yang terintegrasi dalam empat pilar utama: People, Goods, Information, dan Energy.

Di permukaan, jalanan dibagi menjadi tiga jalur berbeda untuk memastikan keamanan pejalan kaki dan kendaraan otonom seperti e-Palette. Sementara itu, urusan logistik dilakukan sepenuhnya di bawah tanah menggunakan robot otomatis agar tidak mengganggu aktivitas warga.

instagram embed

Segalanya dikendalikan oleh teknologi. Mulai dari Arene OS yang menjadi platform perangkat lunak terintegrasi, hingga pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) dan robotik untuk memahami perilaku serta kebutuhan mobilitas manusia. Menariknya, seluruh kota ini digerakkan oleh energi bersih berbasis sel bahan bakar hidrogen dan tenaga surya.

Namun, di balik semua kecanggihan masa depan ini, Woven City tetap berpijak pada nilai-nilai historis. Nama "Woven" atau menenun merujuk langsung pada warisan pendiri Toyota, Sakichi Toyoda, yang memulai perjalanannya dengan menciptakan alat tenun kayu untuk membantu ibunya. Semangat membantu sesama itulah yang kini diterjemahkan melalui teknologi mutakhir untuk mencapai misi "Well-being for All".

Dengan tuntasnya pembangunan fase pertama, Woven City bukan lagi sekadar konsep di atas kertas. Ia adalah bukti nyata bagaimana warisan masa lalu dan teknologi masa depan dapat dijalin bersama untuk menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi semua orang.