Yamaha Bicara Mesin Hybrid Fazzio Dipakai Model Lain, Mio Termasuk?
·waktu baca 3 menit

Kehadiran Yamaha Fazzio memberikan kejutan untuk pasar otomotif roda dua tanah air pada awal tahun ini, punya desain dan teknologi terbaru menjadi nilai jual dari motor skutik bergaya retro ini.
Salah satu teknologi yang diusung adalah Blue Core Hybrid, bisa dibilang Fazzio sebagai pelopor skutik kelas 125 cc yang mengadopsi teknologi hybrid dengan harga terjangkau.
Meski mengusung embel-embel hybrid, namun dalam praktiknya sistem hibrida pada teknologi Blue Core Hybrid sama sekali berbeda dengan sistem hybrid yang umum dikenal, terutama pada mobil hybrid.
Dasar kerjanya adalah dalam kondisi normal baterai berfungsi menghidupkan sepeda motor dan setelah hidup motor hidup daya baterai akan dicharge kembali oleh Smart Motor Generator (SMG), pada Electric Power Assistant Start bersumber dari daya baterai.
“Di Blue Core Hybrid yang dipakai oleh Fazzio ini secara simultan antara daya yang dihasilkan oleh mesin dengan daya yang dihasilkan oleh Electric Power Assist Start,” ujar Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Antonius Widiantoro saat ditemui di Jakarta (17/1).
Kata ‘hybrid’ di sini dimaksudkan pada daya yang dihasilkan dari dua sumber berbeda yakni dari tenaga mesin dan dari Electric Power Assist Start yang keduanya aktif saat bukaan gas awal selama 3 detik pertama dari posisi motor diam.
“Pada saat akselerasi awal daya yang dari SMG ini yang bersumber dari baterai dengan daya yang dari mesin itu bekerja secara simultan untuk membantu akselerasi awal,” sambung pria yang karib disapa Anton ini.
Selain itu, alasan mengapa harus pada 3 detik pertama, semata-mata untuk membantu meringankan kinerja mesin akibat beban yang lebih berat ketika motor berakselerasi dari posisi diam.
“Kenapa di tiga detik awal? Karena pada saat itu membutuhkan daya yang lebih besar, butuh tenaga besar apalagi saat berboncengan, bawa barang, penumpang,” jelas Anton.
Harapannya, dengan semakin ringan kinerja mesin dari start awal, dapat membantu mengurangi konsumsi BBM serta mengurangi emisi berlebih yang dihasilkan.
“Jadi pada tiga detik pertama dia bisa membantu untuk efisiensi bahan bakar. Di mana pada saat akselerasi di awal butuh tenaga lebih,” imbuhnya.
Bakal diterapkan ke model lainnya?
Ketika disinggung menyoal apakah teknologi Blue Core Hybrid akan diaplikasikan pada produk sepeda motor Yamaha lainnya, Anton tidak berkomentar banyak.
“Seperti itu tadi, maksudnya yang saya bilang kita melihat apabila beberapa produk yang oke sudah memenuhi atau sudah sesuai dengan permintaan konsumen, kita benamkan (fitur dan teknologi tersebut),” jelasnya.
Anton menyebut hal tersebut dapat jadi bahan pertimbangan dengan melihat perkembangan dan respons dari pasar dan konsumen.
“Nanti kita lihat respons market seperti apa, respons konsumennya seperti apa, artinya inovasi kan berkembang terus, teknologi berkembang terus, kalau konsumen menginginkan ya kenapa nggak, kita pasti akan mempertimbangkan,” tutur Anton.
Sampai saat ini ada beberapa motor matik Yamaha yang belum mendapat pembaruan. Ya sebut saja si mungil legendaris Mio dan juga Yamaha X-Ride. Apakah keduanya bakal disuntik mesin hybrid, kita tunggu saja.
